<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="adhamcore/1.0" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Adham Somantrie</title>
	<link>http://adha.ms/</link>
	<description>The Playground</description>
	<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 02:02:11 -0600</pubDate>
	<generator>http://www.adhamsomantrie.com/</generator>
	<item>
		<title>Kuis Karya Indonesia</title>
		<link>http://adha.ms/p/435/kuis-karya-indonesia/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/435/kuis-karya-indonesia/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/435/kuis-karya-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 17:21:15 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/435/kuis-karya-indonesia'>Kuis Karya Indonesia</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/435/kuis-karya-indonesia'>http://adha.ms/p/435/kuis-karya-indonesia</a>. </p><p><img style="float: left;" src="http://img01.salingsilang.com/srimulat.org/uploads/files/2011/10/10/2/cov_srimulat.png" alt="" width="223" height="299" />Tak bisa dipungkiri lagi, produk asing umumnya punya citra berkualitas dan wajar dihargai mahal dibanding produk nasional, apalagi produk lokal. Kalau masyarakat kita selalu berpikir barang impor selalu superior dan barang lokal selalu inferior, bagaimana mungkin kita bisa berkarya?</p>
<p>Mari kita buktikan bahwa karya Indonesia juga berkualitas dan mampu bersaing dengan karya asing. Bisa jadi, tak sedikit pula karya anak bangsa yang jauh lebih baik daripada karya dari luar negeri.</p>
<p>Yuk, suarakan opini dan ide Anda tentang cara mendukung karya Indonesia. Caranya gampang:</p>
<p>1. Suarakan ide dan opini di twitter, tentunya dengan menggunakan tagar(<em>hashtag</em>) <strong>#karyaindonesia</strong>.</p>
<p>2. <em>Follow</em> akun twitter <a href="http://twitter.com/adhams">@adhams</a>.</p>
<p>3.&nbsp;Kemudian tuliskan URL link tweet di kolom komentar di bawah.</p>
<p>Tersedia 5 (lima) eksemplar buku&nbsp;<strong><a href="http://srimulat.org/news/2011/10/10/32/resensi_buku_srimulat_aneh_yang_lucu.html">Srimulat: Aneh Yang Lucu</a></strong>&nbsp;untuk 5 (lima) orang pemenang yang tweet-nya dianggap menarik dan kreatif.</p>
<p>Selamat berkreasi dan dukung terus karya Indonesia!</p>
<p><strong>Syarat dan ketentuan</strong>: 1) Peserta kuis adalah warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia. 2) Hadiah akan dikirim menggunakan jasa ekspedisi. Ongkos kirim ditanggung oleh penyelenggara. 3) Kuis ditutup pada 14 Februari 2012 pukul 24:00 WIB. 4) Pemenang kuis akan diumumkan pada 16 Februari 2012. 5) Jika pemenang tidak memenuhi syarat (tidak follow akun dan/atau tidak berada di Indonesia) maka dianggap gugur.</p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/435/kuis-karya-indonesia'>Kuis Karya Indonesia</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/435/kuis-karya-indonesia'>http://adha.ms/p/435/kuis-karya-indonesia</a>. </p><p><img style="float: left;" src="http://img01.salingsilang.com/srimulat.org/uploads/files/2011/10/10/2/cov_srimulat.png" alt="" width="223" height="299" />Tak bisa dipungkiri lagi, produk asing umumnya punya citra berkualitas dan wajar dihargai mahal dibanding produk nasional, apalagi produk lokal. Kalau masyarakat kita selalu berpikir barang impor selalu superior dan barang lokal selalu inferior, bagaimana mungkin kita bisa berkarya?</p>
<p>Mari kita buktikan bahwa karya Indonesia juga berkualitas dan mampu bersaing dengan karya asing. Bisa jadi, tak sedikit pula karya anak bangsa yang jauh lebih baik daripada karya dari luar negeri.</p>
<p>Yuk, suarakan opini dan ide Anda tentang cara mendukung karya Indonesia. Caranya gampang:</p>
<p>1. Suarakan ide dan opini di twitter, tentunya dengan menggunakan tagar(<em>hashtag</em>) <strong>#karyaindonesia</strong>.</p>
<p>2. <em>Follow</em> akun twitter <a href="http://twitter.com/adhams">@adhams</a>.</p>
<p>3.&nbsp;Kemudian tuliskan URL link tweet di kolom komentar di bawah.</p>
<p>Tersedia 5 (lima) eksemplar buku&nbsp;<strong><a href="http://srimulat.org/news/2011/10/10/32/resensi_buku_srimulat_aneh_yang_lucu.html">Srimulat: Aneh Yang Lucu</a></strong>&nbsp;untuk 5 (lima) orang pemenang yang tweet-nya dianggap menarik dan kreatif.</p>
<p>Selamat berkreasi dan dukung terus karya Indonesia!</p>
<p><strong>Syarat dan ketentuan</strong>: 1) Peserta kuis adalah warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia. 2) Hadiah akan dikirim menggunakan jasa ekspedisi. Ongkos kirim ditanggung oleh penyelenggara. 3) Kuis ditutup pada 14 Februari 2012 pukul 24:00 WIB. 4) Pemenang kuis akan diumumkan pada 16 Februari 2012. 5) Jika pemenang tidak memenuhi syarat (tidak follow akun dan/atau tidak berada di Indonesia) maka dianggap gugur.</p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/435</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Belanja Daring di Multiply, Bayar Pakai XL Tunai</title>
		<link>http://adha.ms/p/434/belanja-daring-di-multiply-bayar-pakai-xl-tunai/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/434/belanja-daring-di-multiply-bayar-pakai-xl-tunai/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/434/belanja-daring-di-multiply-bayar-pakai-xl-tunai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 22:33:01 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/434/belanja-daring-di-multiply-bayar-pakai-xl-tunai'>Belanja Daring di Multiply, Bayar Pakai XL Tunai</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/434/belanja-daring-di-multiply-bayar-pakai-xl-tunai'>http://adha.ms/p/434/belanja-daring-di-multiply-bayar-pakai-xl-tunai</a>. </p><p>Masyarakat Indonesia semakin akrab dengan layanan belanja daring (<em>online</em>). Mulai dari situs belanja luar negeri, hingga situs belanja lokal. Situs belanja luar negeri biasanya menerima pembayaran melalui kartu kredit. Sementara toko daring lokal menerima pembayaran dengan pemindahbukuan (<em>transfer</em>) rekening bank, karena penggunaan kartu kredit kurang populer untuk pembayaran belanja daring di Indonesia. Bahkan tak sedikit yang menawarkan layanan pembayaran di tempat pembeli (<em>cash on delivery</em>).</p>
<p><img title="multiply" src="https://lh6.googleusercontent.com/-_yDfBe_GfO8/TygIi9OeX7I/AAAAAAAAEX8/FJgwoXfJNRM/s800/multiply.jpg" alt="multiply" width="490" height="279" /></p>
<p><strong>Multiply</strong> adalah salah satu situs pasar daring (<em>online marketplace</em>) yang berkomitmen dengan pasar Indonesia. Selain mengakomodasi transaksi pembayaran melalui pemindahbukuan rekening bank dan PayPal, kini Multiply juga menerima transaksi dengan layanan <strong>XL Tunai</strong> sejak 31 Januari 2012 sebagai alternatif tambahan untuk memudahkan pelanggan bertransaksi.</p>
<p>Dengan hadirnya pilihan pembayaran XL Tunai, para pengguna layanan seluler XL dapat melakukan transaksi melalui handphone. Sehingga tidak perlu lagi mencari mesin ATM, antri di bank, ataupun menggunakan token untuk transaksi perbankan melalui internet.</p>
<p>Untuk berbelanja di Multiply, tentu saja Anda harus memiliki akun Multiply. Dan untuk melakukan pembayaran dengan XL Tunai, selain menggunakan kartu SIM XL, tentunya harus memiliki saldo XL Tunai yang cukup.</p>
<p>Jika Anda belum mengaktifkan layanan XL-Tunai, Anda cukup melakukan pendaftaran via SMS dengan cara masuk ke menu Transaksi XL Tunai di <strong>*123*120#</strong> dan pilih menu Belanja Online untuk mendapatkan panduan, atau bisa langsung mengirimkan SMS ke 120.</p>
<p>Kunjungi situs Multiply untuk berbelanja. Saat <em>checkout</em>, pilih opsi <strong>XL Tunai</strong> sebagai metode pembayaran.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-eSKp3F8ZwMA/TygIiaDmRpI/AAAAAAAAEXw/KxYAgg75OAg/s800/opsibayar.jpg" alt="Opsi Pembayaran Multiply" width="241" height="300" /></p>
<p>Lalu ikuti petunjuk pembayaran yang disediakan.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-lursQNFcxQE/TygIi8pEowI/AAAAAAAAEX0/c2IsUKGdQBM/s800/bayarxltunai.jpg" alt="Bayar dengan XL Tunai" width="400" height="277" /></p>
<p>Setelah prosedur pembayaran selesai, maka status pembayaran di Multiply akan berubah menjadi "Lunas". Selesai!</p>
<p>Pengisian ulang XL Tunai juga mudah. Pengisian ulang dapat dilakukan di semua ATM yang terhubung ke jaringan ATM Prima, Alto ataupun Bersama, dengan menggunakan kartu ATM yang memiliki dana cukup untuk mengisi XL Tunai. Pelanggan menggunakan menu <strong>transfer</strong>, dengan <strong>kode bank: 016 (BII)</strong> dan nomor rekening diisi nomor telefon pelanggan yang dituju. Lalu pelanggan akan mendapatkan bukti transaksi dari ATM maupun SMS dari shortcode 120.</p>
<p>Yuk, belanja di Multiply, bayar pakai XL Tunai.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="\&quot;http://adha.ms\&quot;">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/434/belanja-daring-di-multiply-bayar-pakai-xl-tunai'>Belanja Daring di Multiply, Bayar Pakai XL Tunai</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/434/belanja-daring-di-multiply-bayar-pakai-xl-tunai'>http://adha.ms/p/434/belanja-daring-di-multiply-bayar-pakai-xl-tunai</a>. </p><p>Masyarakat Indonesia semakin akrab dengan layanan belanja daring (<em>online</em>). Mulai dari situs belanja luar negeri, hingga situs belanja lokal. Situs belanja luar negeri biasanya menerima pembayaran melalui kartu kredit. Sementara toko daring lokal menerima pembayaran dengan pemindahbukuan (<em>transfer</em>) rekening bank, karena penggunaan kartu kredit kurang populer untuk pembayaran belanja daring di Indonesia. Bahkan tak sedikit yang menawarkan layanan pembayaran di tempat pembeli (<em>cash on delivery</em>).</p>
<p><img title="multiply" src="https://lh6.googleusercontent.com/-_yDfBe_GfO8/TygIi9OeX7I/AAAAAAAAEX8/FJgwoXfJNRM/s800/multiply.jpg" alt="multiply" width="490" height="279" /></p>
<p><strong>Multiply</strong> adalah salah satu situs pasar daring (<em>online marketplace</em>) yang berkomitmen dengan pasar Indonesia. Selain mengakomodasi transaksi pembayaran melalui pemindahbukuan rekening bank dan PayPal, kini Multiply juga menerima transaksi dengan layanan <strong>XL Tunai</strong> sejak 31 Januari 2012 sebagai alternatif tambahan untuk memudahkan pelanggan bertransaksi.</p>
<p>Dengan hadirnya pilihan pembayaran XL Tunai, para pengguna layanan seluler XL dapat melakukan transaksi melalui handphone. Sehingga tidak perlu lagi mencari mesin ATM, antri di bank, ataupun menggunakan token untuk transaksi perbankan melalui internet.</p>
<p>Untuk berbelanja di Multiply, tentu saja Anda harus memiliki akun Multiply. Dan untuk melakukan pembayaran dengan XL Tunai, selain menggunakan kartu SIM XL, tentunya harus memiliki saldo XL Tunai yang cukup.</p>
<p>Jika Anda belum mengaktifkan layanan XL-Tunai, Anda cukup melakukan pendaftaran via SMS dengan cara masuk ke menu Transaksi XL Tunai di <strong>*123*120#</strong> dan pilih menu Belanja Online untuk mendapatkan panduan, atau bisa langsung mengirimkan SMS ke 120.</p>
<p>Kunjungi situs Multiply untuk berbelanja. Saat <em>checkout</em>, pilih opsi <strong>XL Tunai</strong> sebagai metode pembayaran.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-eSKp3F8ZwMA/TygIiaDmRpI/AAAAAAAAEXw/KxYAgg75OAg/s800/opsibayar.jpg" alt="Opsi Pembayaran Multiply" width="241" height="300" /></p>
<p>Lalu ikuti petunjuk pembayaran yang disediakan.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-lursQNFcxQE/TygIi8pEowI/AAAAAAAAEX0/c2IsUKGdQBM/s800/bayarxltunai.jpg" alt="Bayar dengan XL Tunai" width="400" height="277" /></p>
<p>Setelah prosedur pembayaran selesai, maka status pembayaran di Multiply akan berubah menjadi "Lunas". Selesai!</p>
<p>Pengisian ulang XL Tunai juga mudah. Pengisian ulang dapat dilakukan di semua ATM yang terhubung ke jaringan ATM Prima, Alto ataupun Bersama, dengan menggunakan kartu ATM yang memiliki dana cukup untuk mengisi XL Tunai. Pelanggan menggunakan menu <strong>transfer</strong>, dengan <strong>kode bank: 016 (BII)</strong> dan nomor rekening diisi nomor telefon pelanggan yang dituju. Lalu pelanggan akan mendapatkan bukti transaksi dari ATM maupun SMS dari shortcode 120.</p>
<p>Yuk, belanja di Multiply, bayar pakai XL Tunai.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="\&quot;http://adha.ms\&quot;">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/434</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Tangkuban Parahu Trail Run</title>
		<link>http://adha.ms/p/433/tangkuban-parahu-trail-run/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/433/tangkuban-parahu-trail-run/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/433/tangkuban-parahu-trail-run/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 09:34:15 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/433/tangkuban-parahu-trail-run'>Tangkuban Parahu Trail Run</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/433/tangkuban-parahu-trail-run'>http://adha.ms/p/433/tangkuban-parahu-trail-run</a>. </p><p>Melanjutkan kenekatan saya, pada Minggu (08/01), sehari setelah melaksanakan <a href="http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon/">Mega Kuningan Half Marathon</a>, saya bersama rekan-rekan Indo Runners melakukan <em>trail run</em> di Tangkuban Parahu, Jawa Barat.</p>
<p>Berangkat saat subuh bersama-sama dengan segerombolan pelari IndoRunners cabang Jakarta lainnya, lalu berkumpul dengan pelari IndoRunners cabang Bandung sekitar jam 08.00 di Pasteur Hyper Point, Bandung. Selain pelari dari Bandung, Bogor, Jakarta, dan sekitarnya, ternyata ada juga partisipan mancanegara: Lui Dwen-Tjin dan Leong Li-Shan, mahasiswi asal Malaysia yang sedang menimba sumur ilmu di Unpad.</p>
<p>Setelah acara sambut-sambutan dan silaturahmi, seluruh partisipan bersiap-siap. Saya dan beberapa pelari lainnya menyempatkan diri untuk sarapan. Walaupun saya hanya menemui lontong (polos, benar-benar hanya beras dibungkus daun) dan gorengan khas Indonesia. Tentunya tak lupa berfoto.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-2RmiDzPAoA8/TxDX48m0qtI/AAAAAAAAEVw/jUO0Plwh9yg/s800/ir-php.jpg" alt="" /></p>
<p>Sesampainya di Tangkuban Parahu, partisipan sedikit terkejut dengan cuaca yang sangat tidak bersahabat. Saya dan beberapa rekan bahkan sempat tidak berani keluar dari mobil karena hujan, udara dingin, dan angin yang kencang sekali. Badai. Mengerikan!</p>
<p>Tapi untuk apa saya bangun pagi-pagi dan berangkat jauh-jauh dari Jakarta? Setelah membeli jas hujan warna pink, kami berlima pun sepakat untuk keluar mobil dan menghadapi cuaca.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-Q0DhFfJ3I-k/TxDX4uh0ceI/AAAAAAAAEVs/vjKMF1ygOb4/s800/ir-hujan.jpg" alt="" /></p>
<p>Memang kekuatan pikiran itu&nbsp; lagi-lagi memegang peranan penting. Dengan niat yang kuat, alhasil cuaca buruk pun tidak menjadi masalah yang besar dalam lari kami.</p>
<p>Kilometer pertama tidak menjadi masalah yang besar. Sudut tidak terlalu curam, hanya tanjakan landai dengan medan yang berbatu. Apalagi hujan sudah mulai reda, sehingga kami bisa melepas jas hujan dan bergerak lebih leluasa tanpanya.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-I6bPHvnORkA/TxDhmE0m7hI/AAAAAAAAEWk/ifc9ghbjngo/s800/ir-tangkuban.jpg" alt="" width="490" height="275" /></p>
<p>Namun, semua berubah setelah memasuki kilometer kedua. Bebatuan indah dengan jalanan landai sirna. Tergantikan dengan bukit berbatu nan terjal. Sangat terjal. Belum lagi terpaan angin kencang yang selain meniupkan suhu rendah, juga menggoyahkan pijakan kaki para partisipan.</p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-zkNPaI8LdcU/TxDd3nXGfQI/AAAAAAAAEWU/GRZSiImNeEk/s800/ir-jane-nanjak.jpg" alt="" /></p>
<p>Setelah tanjakan berbatu, trek kembali menurun. Kali ini cukup terbantu dengan banyaknya tumbuhan yang melindungi para pelari dari terpaan angin. Walaupun karena hujan sebelumnya, tentu saja trek menjadi berlumpur, dan pastinya licin. Jika sebelumnya di medan berbatu saya masih bisa leluasa bergerak dengan sepatu Adidas ClimaCool Ride yang ringan dan fleksibel, namun untuk trek licin sepatu ini tidak banyak membantu. Terlebih di turunan. Tak sedikit korban yang terpeleset dan terjatuh, tapi untungnya tidak ada yang terluka parah, hanya lecet-lecet saja.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-EWa-svn0AYM/TxDX5mzcV8I/AAAAAAAAEV0/-_6arNA0HoY/s800/ir-hutan.jpg" alt="" width="490" height="326" /></p>
<p>Setelah menyusuri turunan yang menantang itu, tibalah para peserta di titik henti berikutnya: di bibir kawah! Silakah menikmati video berikut.</p>
<p></p>
<p>Trek pun selesai di titik awal: parkiran mobil. Total jarak sekitar 4 hingga 5 kilometer yang ditempuh secara berjamaah selama 1 jam 20 menit.</p>
<p>Tak cukup sampai di situ. Beberapa partisipan merasa "kurang", apalagi pelari jalan raya. Begitu melihat aspal, mereka secara impulsif memutuskan untuk turun dari parkiran kawah ke gerbang depan dengan berlari. Tidak mau menumpang mobil.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-li1OJYbu1S8/TxDkFi4JLQI/AAAAAAAAEW0/1oDqWUrLTO8/s800/ir-finisher.jpg" alt="" /></p>
<p>Ya, ya, ya. Saya hanya berlari seperempat jalan, sisanya menumpang mobil. Hahaha. Tentunya setelah menghajar half-marathon dan bongkahan batu Tangkuban Parahu, kekuatan kaki sudah mulai ringkih. Selain itu, sudut jalanan cukup curam, membuat saya sulit untuk menjaga kecepatan berlari. Tentunya ini bisa berdampak buruk terhadap kaki kalau tidak kuat. Jadi, belum tentu jalanan menurun itu menarik bagi pelari.</p>
<p>Hal yang perlu diperhatikan untuk lari <em>trail</em> ini adalah <em>outfit</em>. Penggunaan sepatu tentunya sangat disarankan yang memang jenis <em>trail</em> agar sesuai dengan karakter trek. Saya menggunakan sepatu "jalan raya" yang memang cenderung rata, sehingga tidak banyak membantu di medan licin. Namun, kalau hanya bebatuan dengan medan yang landai, tak ada masalah selama tidak turun hujan. Juga pilih sepatu yang cukup tahan air, karena tidak nyaman berlari dengan sepatu dan kaos kaki basah.</p>
<p>Jaket juga perlu dipertimbangkan. Untuk suhu rendah mungkin ketahanan orang bisa berbeda. Saya masih bisa merasa cukup nyaman hanya dengan menggunakan kaos IndoRunners dan celana pendek. Namun jika turun hujan, tetap perlu jaket yang tahan air. Atau, ya pakai jas hujan.</p>
<p>Namun leher dan kepala saya yang tidak kuat terhadap suhu dingin tersebut. Hal ini bisa menyebabkan pusing serta membuat otot leher menjadi kaku. Jadi saya perlu mempertimbangkan tutup kepala untuk <em>trail</em> berikutnya.</p>
<p>Nutrisi dan logistik juga perlu. <em>Carbo loading</em> dan sarapan sebelum berlari. Karena udara dingin, kadang kita juga perlu kalori tambahan. <em>Energy bar</em> atau pisang juga boleh untuk cemilan di tengah perjalanan. Air minum untuk menghindari dehidrasi. Memang terkesan rutenya pendek, hanya 5K. Namun waktu tempuh yang hampir satu setengah jam juga perlu diperhatikan.</p>
<p>Dan yang pasti, pemanasan (<em>warm-up</em>) dan peregangan (<em>stretching</em>) menjadi sangat perlu untuk suhu dingin dan trek ekstrim ini. Jadi, tidak boleh bandel dan malas untuk pemanasan.</p>
<p>Setelah berhasil menyelesaikan tantangan, kontingen IndoRunners melanjutkan dengan makan siang berjamaah di daerah Punclut.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-tILuqrh0nII/TxDkGQmNCVI/AAAAAAAAEW4/3GfwBB8yPTc/s800/ir-maksi.jpg" alt="" width="490" height="327" /></p>
<p>Terima kasih untuk teman-teman IndoRunners cabang Bandung yang telah mengorganisir acara ini dan mengundang kami. Dan tentunya kami dari IndoRunners cabang Jakarta akan menyambut dengan tangan terbuka jika ada pelari dari luar kota yang ingin bergabung dengan lari jalan raya bergaya&nbsp;<em>urban</em> khas Ibukota.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p>
<p>Catatan: Foto-foto diambil oleh Aki Niaki, Bu Yustrida, dan Om Wailan. Video diambil oleh Bu Yustrida.</p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/433/tangkuban-parahu-trail-run'>Tangkuban Parahu Trail Run</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/433/tangkuban-parahu-trail-run'>http://adha.ms/p/433/tangkuban-parahu-trail-run</a>. </p><p>Melanjutkan kenekatan saya, pada Minggu (08/01), sehari setelah melaksanakan <a href="http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon/">Mega Kuningan Half Marathon</a>, saya bersama rekan-rekan Indo Runners melakukan <em>trail run</em> di Tangkuban Parahu, Jawa Barat.</p>
<p>Berangkat saat subuh bersama-sama dengan segerombolan pelari IndoRunners cabang Jakarta lainnya, lalu berkumpul dengan pelari IndoRunners cabang Bandung sekitar jam 08.00 di Pasteur Hyper Point, Bandung. Selain pelari dari Bandung, Bogor, Jakarta, dan sekitarnya, ternyata ada juga partisipan mancanegara: Lui Dwen-Tjin dan Leong Li-Shan, mahasiswi asal Malaysia yang sedang menimba sumur ilmu di Unpad.</p>
<p>Setelah acara sambut-sambutan dan silaturahmi, seluruh partisipan bersiap-siap. Saya dan beberapa pelari lainnya menyempatkan diri untuk sarapan. Walaupun saya hanya menemui lontong (polos, benar-benar hanya beras dibungkus daun) dan gorengan khas Indonesia. Tentunya tak lupa berfoto.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-2RmiDzPAoA8/TxDX48m0qtI/AAAAAAAAEVw/jUO0Plwh9yg/s800/ir-php.jpg" alt="" /></p>
<p>Sesampainya di Tangkuban Parahu, partisipan sedikit terkejut dengan cuaca yang sangat tidak bersahabat. Saya dan beberapa rekan bahkan sempat tidak berani keluar dari mobil karena hujan, udara dingin, dan angin yang kencang sekali. Badai. Mengerikan!</p>
<p>Tapi untuk apa saya bangun pagi-pagi dan berangkat jauh-jauh dari Jakarta? Setelah membeli jas hujan warna pink, kami berlima pun sepakat untuk keluar mobil dan menghadapi cuaca.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-Q0DhFfJ3I-k/TxDX4uh0ceI/AAAAAAAAEVs/vjKMF1ygOb4/s800/ir-hujan.jpg" alt="" /></p>
<p>Memang kekuatan pikiran itu&nbsp; lagi-lagi memegang peranan penting. Dengan niat yang kuat, alhasil cuaca buruk pun tidak menjadi masalah yang besar dalam lari kami.</p>
<p>Kilometer pertama tidak menjadi masalah yang besar. Sudut tidak terlalu curam, hanya tanjakan landai dengan medan yang berbatu. Apalagi hujan sudah mulai reda, sehingga kami bisa melepas jas hujan dan bergerak lebih leluasa tanpanya.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-I6bPHvnORkA/TxDhmE0m7hI/AAAAAAAAEWk/ifc9ghbjngo/s800/ir-tangkuban.jpg" alt="" width="490" height="275" /></p>
<p>Namun, semua berubah setelah memasuki kilometer kedua. Bebatuan indah dengan jalanan landai sirna. Tergantikan dengan bukit berbatu nan terjal. Sangat terjal. Belum lagi terpaan angin kencang yang selain meniupkan suhu rendah, juga menggoyahkan pijakan kaki para partisipan.</p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-zkNPaI8LdcU/TxDd3nXGfQI/AAAAAAAAEWU/GRZSiImNeEk/s800/ir-jane-nanjak.jpg" alt="" /></p>
<p>Setelah tanjakan berbatu, trek kembali menurun. Kali ini cukup terbantu dengan banyaknya tumbuhan yang melindungi para pelari dari terpaan angin. Walaupun karena hujan sebelumnya, tentu saja trek menjadi berlumpur, dan pastinya licin. Jika sebelumnya di medan berbatu saya masih bisa leluasa bergerak dengan sepatu Adidas ClimaCool Ride yang ringan dan fleksibel, namun untuk trek licin sepatu ini tidak banyak membantu. Terlebih di turunan. Tak sedikit korban yang terpeleset dan terjatuh, tapi untungnya tidak ada yang terluka parah, hanya lecet-lecet saja.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-EWa-svn0AYM/TxDX5mzcV8I/AAAAAAAAEV0/-_6arNA0HoY/s800/ir-hutan.jpg" alt="" width="490" height="326" /></p>
<p>Setelah menyusuri turunan yang menantang itu, tibalah para peserta di titik henti berikutnya: di bibir kawah! Silakah menikmati video berikut.</p>
<p></p>
<p>Trek pun selesai di titik awal: parkiran mobil. Total jarak sekitar 4 hingga 5 kilometer yang ditempuh secara berjamaah selama 1 jam 20 menit.</p>
<p>Tak cukup sampai di situ. Beberapa partisipan merasa "kurang", apalagi pelari jalan raya. Begitu melihat aspal, mereka secara impulsif memutuskan untuk turun dari parkiran kawah ke gerbang depan dengan berlari. Tidak mau menumpang mobil.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-li1OJYbu1S8/TxDkFi4JLQI/AAAAAAAAEW0/1oDqWUrLTO8/s800/ir-finisher.jpg" alt="" /></p>
<p>Ya, ya, ya. Saya hanya berlari seperempat jalan, sisanya menumpang mobil. Hahaha. Tentunya setelah menghajar half-marathon dan bongkahan batu Tangkuban Parahu, kekuatan kaki sudah mulai ringkih. Selain itu, sudut jalanan cukup curam, membuat saya sulit untuk menjaga kecepatan berlari. Tentunya ini bisa berdampak buruk terhadap kaki kalau tidak kuat. Jadi, belum tentu jalanan menurun itu menarik bagi pelari.</p>
<p>Hal yang perlu diperhatikan untuk lari <em>trail</em> ini adalah <em>outfit</em>. Penggunaan sepatu tentunya sangat disarankan yang memang jenis <em>trail</em> agar sesuai dengan karakter trek. Saya menggunakan sepatu "jalan raya" yang memang cenderung rata, sehingga tidak banyak membantu di medan licin. Namun, kalau hanya bebatuan dengan medan yang landai, tak ada masalah selama tidak turun hujan. Juga pilih sepatu yang cukup tahan air, karena tidak nyaman berlari dengan sepatu dan kaos kaki basah.</p>
<p>Jaket juga perlu dipertimbangkan. Untuk suhu rendah mungkin ketahanan orang bisa berbeda. Saya masih bisa merasa cukup nyaman hanya dengan menggunakan kaos IndoRunners dan celana pendek. Namun jika turun hujan, tetap perlu jaket yang tahan air. Atau, ya pakai jas hujan.</p>
<p>Namun leher dan kepala saya yang tidak kuat terhadap suhu dingin tersebut. Hal ini bisa menyebabkan pusing serta membuat otot leher menjadi kaku. Jadi saya perlu mempertimbangkan tutup kepala untuk <em>trail</em> berikutnya.</p>
<p>Nutrisi dan logistik juga perlu. <em>Carbo loading</em> dan sarapan sebelum berlari. Karena udara dingin, kadang kita juga perlu kalori tambahan. <em>Energy bar</em> atau pisang juga boleh untuk cemilan di tengah perjalanan. Air minum untuk menghindari dehidrasi. Memang terkesan rutenya pendek, hanya 5K. Namun waktu tempuh yang hampir satu setengah jam juga perlu diperhatikan.</p>
<p>Dan yang pasti, pemanasan (<em>warm-up</em>) dan peregangan (<em>stretching</em>) menjadi sangat perlu untuk suhu dingin dan trek ekstrim ini. Jadi, tidak boleh bandel dan malas untuk pemanasan.</p>
<p>Setelah berhasil menyelesaikan tantangan, kontingen IndoRunners melanjutkan dengan makan siang berjamaah di daerah Punclut.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-tILuqrh0nII/TxDkGQmNCVI/AAAAAAAAEW4/3GfwBB8yPTc/s800/ir-maksi.jpg" alt="" width="490" height="327" /></p>
<p>Terima kasih untuk teman-teman IndoRunners cabang Bandung yang telah mengorganisir acara ini dan mengundang kami. Dan tentunya kami dari IndoRunners cabang Jakarta akan menyambut dengan tangan terbuka jika ada pelari dari luar kota yang ingin bergabung dengan lari jalan raya bergaya&nbsp;<em>urban</em> khas Ibukota.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p>
<p>Catatan: Foto-foto diambil oleh Aki Niaki, Bu Yustrida, dan Om Wailan. Video diambil oleh Bu Yustrida.</p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/433</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mega Kuningan Half Marathon</title>
		<link>http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 05:43:24 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon'>Mega Kuningan Half Marathon</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon'>http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon</a>. </p><p>Sabtu (07/01) kemarin, dengan setengah nekad dan setengah tekad saya melakukan lari setengah marathon (<em>half marathon</em>) untuk pertama kalinya. Memang bukan lomba resmi, hanya berlari seorang diri. Mirip <a href="http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon/">Xperiathon</a>, tapi tidak ada kompetisi. Memang untuk tahun 2012 ini, target saya adalah menamatkan lomba lari <em>half-marathon</em>.</p>
<p>Untuk rutenya, saya memilih Kawasan Mega Kuningan karena faktor lokasi yang dekat dengan tempat tinggal saya. Selain itu, juga karena lingkungannya yang cukup kondusif serta cukup sepi dari lalu lintas saat akhir pekan. Video berlari saya di Mega Kuningan pada Februari 2011 ada <a href="http://www.youtube.com/watch?v=T-52zmW7FeE">di sini</a>.</p>
<p>Musim hujan tentunya menjadi momok tersendiri bagi para pelari luar ruangan. Namun cuaca mendung dan hujan gerimis merupakan suatu berkah untuk saya pribadi karena saya tidak akan kepanasan. Bahkan, tetap teduh jika sudah melewati pukul 08.00 pagi.</p>
<p>Jarak terjauh yang pernah saya tempuh adalah saat lomba <a href="http://adha.ms/p/419/adidas-king-of-the-road-indonesia-2011/">Adidas KOTR</a>, yakni 16.8 km. Maka saya perlu tambahan sekitar 4 km. Walaupun sepatu Adidas ClimaCool Ride berhasil mengantar saya ke garis finish saat lomba <a href="http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011/">SCSM</a> kategori 10K pada Desember kemarin, namun saya belum yakin kenyamanannya untuk jarak 21K. Untuk itu, saya terpaksa membongkar kardus dan "menghidupkan kembali" Nike Air Turbulence+ yang sudah sobek bagian dalamnya itu. Dengan bantuan selembar plester penutup luka, diharapkan sepatu ini bisa digunakan tanpa gangguan dari plastik cangkang yang sebelumnya selalu menusuk kaki.</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-MGVMbbmjx2E/TwwqC5lO-CI/AAAAAAAAEVA/_SM8Qd2bXxM/s800/nike-turbulence-patched.jpg" alt="Nike Air Turbulence" width="490" height="327" /></p>
<p>Hujan memang turun pada malam sebelumnya. Bahkan hingga subuh. Namun sekitar pukul 06.00 WIB saya sudah bisa memulai lari setelah melakukan pemanasan sebelumnya. Untuk mengukur jarak, saya mengandalkan <a href="http://adha.ms/p/351/nikeplus/">Nike+</a> Sportband yang sudah dikalibrasi. Tingkat keakuratannya mencapai 97.5%.</p>
<p>21 km tentunya bukan jarak yang dekat untuk pelari amatir, apalagi saya belum pernah mencapai jarak tersebut. Namun, kekuatan fisik hanyalah 10%, 90% sisanya adalah kekuatan pikiran. Saya menggunakan target bertahap: 5K, 10K, 16.8K, dan 21K. Saat start, kejar angka 5K di dalam benak. Setelah 5K tercapai, lalu pusatkan pikiran untuk 10K. Dan seterusnya. Metode ini berhasil untuk saya pribadi untuk menghilangkan persepsi bahwa 21K itu jauh.</p>
<p>Mega Kuningan bukanlah area yang luas. Sekali mengelilinginya hanyalah sekitar 2 hingga 4 km, tergantung variasi rute. Untuk jarak 21K, tentunya saya perlu berlari dengan banyak putaran berulang (<em>looping</em>). Dengan kondisi gerimis halus, tidak banyak yang berlari pada pagi itu. Mungkin saya terlihat seperti orang gila yang terus-menerus berlari mengelilingi Mega Kuningan tanpa henti. Tapi ingatlah, 90% kesuksesan berlari adalah kekuatan pikiran. Jadi konsentrasilah hanya pada lari.</p>
<p>Untuk kebutuhan hidrasi, karena ini bukan lomba resmi, maka tidak ada <em>water station</em>. Sehingga saya harus mampir di warung yang ada di pinggiran Mega Kuningan untuk membeli air minum dalam kemasan botol sehingga bisa saya bawa saat berlari. Ketika air minum habis, maka saya kembali mampir untuk membeli kembali.</p>
<p>Di kantong celana, saya membawa camilan energi (<em>energy bar</em>) untuk asupan nutrisi. Setelah memasuki KM 10, maka saya mengkonsumsi <em>energy bar</em> dan minum sambil berjalan kaki. Karena saya termasuk orang yang makannya lambat, maka "pengisian" ini saya lakukan sekitar 700 m.</p>
<p>Menjelang KM 11, sekitar pukul 07.30 hujan mulai turun dengan deras. Saya terpaksa berteduh di pos parkir gedung terdekat. Sekitar pukul 08.15 hujan sudah mulai reda, dan saya melanjutkan lari.</p>
<p>Di KM 16.8 hingga KM 17.8 saya kembali melakukan "pengisian" sambil berjalan kaki. Setelah itu, tentunya sisa perjalanan sudah tinggal sedikit, kurang dari 3.5 km. Namun realisasinya tidak segampang itu. Walaupun sudah beristirahat dan mengisi tenaga, badan sudah mulai merasa jenuh, kaki pun sudah mulai terasa pegal. Yak, di sini lah kekuatan pikiran itu menjadi penting. Sebelumnya saya sempat <em>hit the wall</em>&nbsp;mau berhenti di KM 15. Namun sebagai penamat KOTR 16.8K tentunya saya tidak boleh menyerah di KM 15.</p>
<p>Hingga akhirnya saya berhasil mencatatkan jarak 21.21 km di Sportband dengan waktu bersih 2:48:03. m/</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-pEPWebSVkJM/Tww9UatI6hI/AAAAAAAAEVY/gjdpKIM5ago/s400/21k-pace.png" alt="" /></p>
<p>Pesan moralnya adalah, untuk lari jarak jauh fisik saja tidak cukup, mental juga harus dilatih. Sebelum ini, saya tidak pernah berlari lebih dari 10K pasca Adidas KOTR pada akhir September 2011. Sebelumnya juga saya tidak ada persiapan untuk <em>half-marathon</em>. Inilah alasan mengapa di awal tulisan saya bilang setengah nekad.</p>
<p>Tetapi, walaupun tanpa persiapan yang baik, saya tetap melakukan perhitungan yang baik. Untuk jarak, sebagai penamat Adidas KOTR 16,8K tentunya menambah 4 km masih masuk akal. Untuk fisik, selain istirahat yang cukup, tentunya perlu asupan energi yang cukup. Pengisian tenaga (<em>carbo loading</em>) harus dilakukan sebelum berlari. Dan alat bantu <a href="http://adha.ms/p/417/polar-wearlink-transmitter-nikeplus/">pemantau detak jantung</a> (<em>heart rate monitor</em>) saya anggap penting untuk mengawasi kondisi jantung, agar tidak terlalu dipaksa (<em>over-trained</em>).</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-o8_lWorbMo8/Tww9TIoLAdI/AAAAAAAAEVQ/q1phamV-CxU/s400/21k-hbr.png" alt="" /></p>
<p>Manajemen waktu dan tenaga sangat penting. Saya mengambil KM 10 dan KM 16.8 untuk mengkonsumsi <em>energy bar</em>. Jangan lupa minum air untuk mencegah dehidrasi. Namun jangan terlalu banyak minum air, agar tidak terguncang di dalam perut. Kondisi perut tentunya jangan kosong, namun juga jangan penuh. Tahan kecepatan, terutama di 10KM pertama. Saya menurunkan kecepatan 10-20% guna menghemat energi untuk di paruh kedua.</p>
<p>21K memang bukan jarak yang dekat, waktu tempuh juga tidak sebentar. Para pemula biasanya membutuhkan waktu lebih dari 2 jam, bahkan lebih dari 3 jam. Agar tidak bosan selama berlari, penggunaan iPod sebagai hiburan cukup disarankan.</p>
<p>Pencapaian ini penting secara pribadi sebagai pembuktian (<em>proof of concept</em>) bahwa menamatkan <em>half-marathon</em> itu bukanlah suatu yang mustahil bagi saya sekarang. Ini dapat menjadi motivasi untuk <em>half-marathon</em> berikutnya, termasuk saat berlomba. Jadi saya akan terdorong untuk menyelesaikan 21K jika kembali menyerah di tengah lomba. Juga menjadi perbandingan (<em>benchmark</em>) catatan waktu untuk latihan maupun lomba 21K berikutnya.</p>
<p>Terakhir, karena ini <em>half-marathon</em> perdana bagi saya, maka catatan waktu tidak begitu penting. Yang penting adalah menyelesaikan lari. Untuk catatan waktu, bisa dipertajam di kemudian hari.</p>
<p>Jadi, untuk teman-teman pelari yang saat ini sedang berlatih untuk <em>half-marathon</em>, semoga pengalaman lari <em>half-marathon</em> perdana saya ini dapat memberi semangat. Mari lari!</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon'>Mega Kuningan Half Marathon</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon'>http://adha.ms/p/432/mega-kuningan-half-marathon</a>. </p><p>Sabtu (07/01) kemarin, dengan setengah nekad dan setengah tekad saya melakukan lari setengah marathon (<em>half marathon</em>) untuk pertama kalinya. Memang bukan lomba resmi, hanya berlari seorang diri. Mirip <a href="http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon/">Xperiathon</a>, tapi tidak ada kompetisi. Memang untuk tahun 2012 ini, target saya adalah menamatkan lomba lari <em>half-marathon</em>.</p>
<p>Untuk rutenya, saya memilih Kawasan Mega Kuningan karena faktor lokasi yang dekat dengan tempat tinggal saya. Selain itu, juga karena lingkungannya yang cukup kondusif serta cukup sepi dari lalu lintas saat akhir pekan. Video berlari saya di Mega Kuningan pada Februari 2011 ada <a href="http://www.youtube.com/watch?v=T-52zmW7FeE">di sini</a>.</p>
<p>Musim hujan tentunya menjadi momok tersendiri bagi para pelari luar ruangan. Namun cuaca mendung dan hujan gerimis merupakan suatu berkah untuk saya pribadi karena saya tidak akan kepanasan. Bahkan, tetap teduh jika sudah melewati pukul 08.00 pagi.</p>
<p>Jarak terjauh yang pernah saya tempuh adalah saat lomba <a href="http://adha.ms/p/419/adidas-king-of-the-road-indonesia-2011/">Adidas KOTR</a>, yakni 16.8 km. Maka saya perlu tambahan sekitar 4 km. Walaupun sepatu Adidas ClimaCool Ride berhasil mengantar saya ke garis finish saat lomba <a href="http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011/">SCSM</a> kategori 10K pada Desember kemarin, namun saya belum yakin kenyamanannya untuk jarak 21K. Untuk itu, saya terpaksa membongkar kardus dan "menghidupkan kembali" Nike Air Turbulence+ yang sudah sobek bagian dalamnya itu. Dengan bantuan selembar plester penutup luka, diharapkan sepatu ini bisa digunakan tanpa gangguan dari plastik cangkang yang sebelumnya selalu menusuk kaki.</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-MGVMbbmjx2E/TwwqC5lO-CI/AAAAAAAAEVA/_SM8Qd2bXxM/s800/nike-turbulence-patched.jpg" alt="Nike Air Turbulence" width="490" height="327" /></p>
<p>Hujan memang turun pada malam sebelumnya. Bahkan hingga subuh. Namun sekitar pukul 06.00 WIB saya sudah bisa memulai lari setelah melakukan pemanasan sebelumnya. Untuk mengukur jarak, saya mengandalkan <a href="http://adha.ms/p/351/nikeplus/">Nike+</a> Sportband yang sudah dikalibrasi. Tingkat keakuratannya mencapai 97.5%.</p>
<p>21 km tentunya bukan jarak yang dekat untuk pelari amatir, apalagi saya belum pernah mencapai jarak tersebut. Namun, kekuatan fisik hanyalah 10%, 90% sisanya adalah kekuatan pikiran. Saya menggunakan target bertahap: 5K, 10K, 16.8K, dan 21K. Saat start, kejar angka 5K di dalam benak. Setelah 5K tercapai, lalu pusatkan pikiran untuk 10K. Dan seterusnya. Metode ini berhasil untuk saya pribadi untuk menghilangkan persepsi bahwa 21K itu jauh.</p>
<p>Mega Kuningan bukanlah area yang luas. Sekali mengelilinginya hanyalah sekitar 2 hingga 4 km, tergantung variasi rute. Untuk jarak 21K, tentunya saya perlu berlari dengan banyak putaran berulang (<em>looping</em>). Dengan kondisi gerimis halus, tidak banyak yang berlari pada pagi itu. Mungkin saya terlihat seperti orang gila yang terus-menerus berlari mengelilingi Mega Kuningan tanpa henti. Tapi ingatlah, 90% kesuksesan berlari adalah kekuatan pikiran. Jadi konsentrasilah hanya pada lari.</p>
<p>Untuk kebutuhan hidrasi, karena ini bukan lomba resmi, maka tidak ada <em>water station</em>. Sehingga saya harus mampir di warung yang ada di pinggiran Mega Kuningan untuk membeli air minum dalam kemasan botol sehingga bisa saya bawa saat berlari. Ketika air minum habis, maka saya kembali mampir untuk membeli kembali.</p>
<p>Di kantong celana, saya membawa camilan energi (<em>energy bar</em>) untuk asupan nutrisi. Setelah memasuki KM 10, maka saya mengkonsumsi <em>energy bar</em> dan minum sambil berjalan kaki. Karena saya termasuk orang yang makannya lambat, maka "pengisian" ini saya lakukan sekitar 700 m.</p>
<p>Menjelang KM 11, sekitar pukul 07.30 hujan mulai turun dengan deras. Saya terpaksa berteduh di pos parkir gedung terdekat. Sekitar pukul 08.15 hujan sudah mulai reda, dan saya melanjutkan lari.</p>
<p>Di KM 16.8 hingga KM 17.8 saya kembali melakukan "pengisian" sambil berjalan kaki. Setelah itu, tentunya sisa perjalanan sudah tinggal sedikit, kurang dari 3.5 km. Namun realisasinya tidak segampang itu. Walaupun sudah beristirahat dan mengisi tenaga, badan sudah mulai merasa jenuh, kaki pun sudah mulai terasa pegal. Yak, di sini lah kekuatan pikiran itu menjadi penting. Sebelumnya saya sempat <em>hit the wall</em>&nbsp;mau berhenti di KM 15. Namun sebagai penamat KOTR 16.8K tentunya saya tidak boleh menyerah di KM 15.</p>
<p>Hingga akhirnya saya berhasil mencatatkan jarak 21.21 km di Sportband dengan waktu bersih 2:48:03. m/</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-pEPWebSVkJM/Tww9UatI6hI/AAAAAAAAEVY/gjdpKIM5ago/s400/21k-pace.png" alt="" /></p>
<p>Pesan moralnya adalah, untuk lari jarak jauh fisik saja tidak cukup, mental juga harus dilatih. Sebelum ini, saya tidak pernah berlari lebih dari 10K pasca Adidas KOTR pada akhir September 2011. Sebelumnya juga saya tidak ada persiapan untuk <em>half-marathon</em>. Inilah alasan mengapa di awal tulisan saya bilang setengah nekad.</p>
<p>Tetapi, walaupun tanpa persiapan yang baik, saya tetap melakukan perhitungan yang baik. Untuk jarak, sebagai penamat Adidas KOTR 16,8K tentunya menambah 4 km masih masuk akal. Untuk fisik, selain istirahat yang cukup, tentunya perlu asupan energi yang cukup. Pengisian tenaga (<em>carbo loading</em>) harus dilakukan sebelum berlari. Dan alat bantu <a href="http://adha.ms/p/417/polar-wearlink-transmitter-nikeplus/">pemantau detak jantung</a> (<em>heart rate monitor</em>) saya anggap penting untuk mengawasi kondisi jantung, agar tidak terlalu dipaksa (<em>over-trained</em>).</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-o8_lWorbMo8/Tww9TIoLAdI/AAAAAAAAEVQ/q1phamV-CxU/s400/21k-hbr.png" alt="" /></p>
<p>Manajemen waktu dan tenaga sangat penting. Saya mengambil KM 10 dan KM 16.8 untuk mengkonsumsi <em>energy bar</em>. Jangan lupa minum air untuk mencegah dehidrasi. Namun jangan terlalu banyak minum air, agar tidak terguncang di dalam perut. Kondisi perut tentunya jangan kosong, namun juga jangan penuh. Tahan kecepatan, terutama di 10KM pertama. Saya menurunkan kecepatan 10-20% guna menghemat energi untuk di paruh kedua.</p>
<p>21K memang bukan jarak yang dekat, waktu tempuh juga tidak sebentar. Para pemula biasanya membutuhkan waktu lebih dari 2 jam, bahkan lebih dari 3 jam. Agar tidak bosan selama berlari, penggunaan iPod sebagai hiburan cukup disarankan.</p>
<p>Pencapaian ini penting secara pribadi sebagai pembuktian (<em>proof of concept</em>) bahwa menamatkan <em>half-marathon</em> itu bukanlah suatu yang mustahil bagi saya sekarang. Ini dapat menjadi motivasi untuk <em>half-marathon</em> berikutnya, termasuk saat berlomba. Jadi saya akan terdorong untuk menyelesaikan 21K jika kembali menyerah di tengah lomba. Juga menjadi perbandingan (<em>benchmark</em>) catatan waktu untuk latihan maupun lomba 21K berikutnya.</p>
<p>Terakhir, karena ini <em>half-marathon</em> perdana bagi saya, maka catatan waktu tidak begitu penting. Yang penting adalah menyelesaikan lari. Untuk catatan waktu, bisa dipertajam di kemudian hari.</p>
<p>Jadi, untuk teman-teman pelari yang saat ini sedang berlatih untuk <em>half-marathon</em>, semoga pengalaman lari <em>half-marathon</em> perdana saya ini dapat memberi semangat. Mari lari!</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/432</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Inovasi Membuat Dunia Menjadi Lebih Baik</title>
		<link>http://adha.ms/p/431/inovasi-membuat-dunia-menjadi-lebih-baik/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/431/inovasi-membuat-dunia-menjadi-lebih-baik/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/431/inovasi-membuat-dunia-menjadi-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 15:30:23 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/431/inovasi-membuat-dunia-menjadi-lebih-baik'>Inovasi Membuat Dunia Menjadi Lebih Baik</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/431/inovasi-membuat-dunia-menjadi-lebih-baik'>http://adha.ms/p/431/inovasi-membuat-dunia-menjadi-lebih-baik</a>. </p><p>Kalau dipikir-pikir, hidup di zaman kita ini sangat enak, ya? Apalagi bila kita kilas balik ke zaman dahulu kala; Belum ada mobil, listrik, apalagi internet. Pergi ke luar kota harus berjalan kaki selama berhari-hari, minimal naik kuda. Mau mengirim pesan, butuh waktu yang tidak singkat, bahkan bisa berminggu-minggu.</p>
<p>Sejujurnya, kita harus berterima kasih kepada para inovator yang telah membantu membuat hidup kita jauh lebih baik. Terima kasih kepada Thomas Alva Edison yang telah menemukan lampu listrik. Terima kasih kepada Orville dan Wilbur Wright, tanpa mereka mungkin saat ini kita akan naik Zeppelin, itu pun kalau Ferdinand von Zeppelin ada. Juga kepada para inovator lainnya yang jumlahnya terlalu banyak untuk disebut.</p>
<p>Bukan hanya di luar negeri. Di Indonesia pun, kita bisa menyebut banyak nama yang telah sukses sebagai inovator. Ada nama Tirto Utomo, orang yang pertama kali memproduksi dan menjual air putih dalam kemasan. Ada nama Satya Witoelar, orang yang membangun layanan sosial media pertama di dunia yang berbasis lokasi. Dan masih banyak nama lainnya.</p>
<p>Satu pertanyaan yang perlu kita renungkan, &ldquo;Bisakah saya menjadi seorang penemu juga?&rdquo;</p>
<p>Jangan buru-buru berkata &ldquo;Tidak mungkin.&rdquo; Karena tak ada yang tidak mungkin selama kita yakin dan mau mencoba.&nbsp; Anda pun bisa kok, menjadi penemu alias inovator. Caranya:</p>
<p>1. Tekuni hobi dan passion Anda secara serius dan mendalam. Karena hobi tidak hanya mendatangkan kebahagiaan pribadi. Tidak jarang sebuah hobi bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.</p>
<p>2. Cari masalah apa yang paling sering dipermasalahkan orang-orang di lingkungan Anda, tapi sampai saat ini belum ada solusinya.</p>
<p>3. Pikirkan dan cari tahu, ide kreatif apa yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.</p>
<p>4. Langsung <em>action</em>. Segera wujudkan ide tersebut menjadi sebuah inovasi baru.</p>
<p>Nah, kebetulan saat ini ada sebuah program yang bisa membantu Anda menjadi seorang penemu:&nbsp;<strong><a href="http://donetwork.lenovo.com/id/index/?cid=id%7Csoc%7Cdl%7Cbloggers%7Cdonetwork%7C2&amp;">DoNetworkID</a></strong>&nbsp;dari <strong>Lenovo</strong>.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-XHsVhcbX6Hw/Twmj8AW9mhI/AAAAAAAAETk/vL7neICkHPY/s800/DN_for_blogs.jpg" alt="" /></p>
<p>Bila Anda tertarik, coba bentuk tim dari sekarang. Sebab program ini memang mengharuskan seperti itu. Lalu cari dan urun rembug mengenai ide dan proyek inovatif apa yang akan diikutsertakan. Setelah itu, silahkan langsung berpartisipasi dalam&nbsp;<strong><a href="http://donetwork.lenovo.com/id/index/?cid=id%7Csoc%7Cdl%7Cbloggers%7Cdonetwork%7C2&amp;">DoNetworkID</a></strong>&nbsp;dari&nbsp;<strong>Lenovo</strong>.</p>
<p>Kabar baiknya adalah, Tim Anda akan dipandu oleh 3 mentor terhandal di Indonesia: <strong>Budi Putra</strong> (konsultan teknologi), <strong>Nurdiansyah</strong> (peneliti dan pemerhati pendidikan), dan <strong>Onno W Purbo</strong> (<em>independent IT writer</em>). Komentar ketiga orang tersebut mengenai program ini bisa dilihat di <a href="http://bit.ly/xg2Ov8">sini</a>, <a href="http://bit.ly/zF9bvi">sini</a>, dan <a href="http://bit.ly/xmVUdw">sini</a>.</p>
<p>Pendaftaran dibuka pada 8 Desember 2011 s/d 25 Januari 2012. Sementara Pemilihan peserta favorit dilaksanakan pada 5 s/d 25 Januari 2012. Pemilihan finalis berlangsung pada 26 Januari s/d 29 Februari 2012. Dan, pemenang akan diumumkan pada 1 Maret 2012.</p>
<p>Satu orang bisa mengubah dunia menjadi lebih baik. Namun, dibutuhkan lebih banyak kepala untuk membuat dunia menjadi jauh lebih baik.</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-MYz4aJdnONk/Twmk-FmoSdI/AAAAAAAAET0/XHc9k9pyz1M/s800/donetwork.jpg" alt="" /></p>
<p>Info lebih lanjut mengenai program ini bisa dibaca di <a href="http://donetwork.lenovo.com/id/index/?cid=id%7Csoc%7Cdl%7Cbloggers%7Cdonetwork%7C2&amp;">laman ini</a>. Siapa tahu, program ini bisa menjadi peluang besar bagi Anda untuk menjadi seorang inovator yang mengubah peradaban dunia menjadi lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p>Ah, iya. Tweeps, jangan lupa untuk dukung program <strong>Do Network Indonesia</strong> ini dengan <a href="http://twibbon.com/join/Do-Network-Indonesia">Twibbon Do Network Indonesia</a>.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/431/inovasi-membuat-dunia-menjadi-lebih-baik'>Inovasi Membuat Dunia Menjadi Lebih Baik</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/431/inovasi-membuat-dunia-menjadi-lebih-baik'>http://adha.ms/p/431/inovasi-membuat-dunia-menjadi-lebih-baik</a>. </p><p>Kalau dipikir-pikir, hidup di zaman kita ini sangat enak, ya? Apalagi bila kita kilas balik ke zaman dahulu kala; Belum ada mobil, listrik, apalagi internet. Pergi ke luar kota harus berjalan kaki selama berhari-hari, minimal naik kuda. Mau mengirim pesan, butuh waktu yang tidak singkat, bahkan bisa berminggu-minggu.</p>
<p>Sejujurnya, kita harus berterima kasih kepada para inovator yang telah membantu membuat hidup kita jauh lebih baik. Terima kasih kepada Thomas Alva Edison yang telah menemukan lampu listrik. Terima kasih kepada Orville dan Wilbur Wright, tanpa mereka mungkin saat ini kita akan naik Zeppelin, itu pun kalau Ferdinand von Zeppelin ada. Juga kepada para inovator lainnya yang jumlahnya terlalu banyak untuk disebut.</p>
<p>Bukan hanya di luar negeri. Di Indonesia pun, kita bisa menyebut banyak nama yang telah sukses sebagai inovator. Ada nama Tirto Utomo, orang yang pertama kali memproduksi dan menjual air putih dalam kemasan. Ada nama Satya Witoelar, orang yang membangun layanan sosial media pertama di dunia yang berbasis lokasi. Dan masih banyak nama lainnya.</p>
<p>Satu pertanyaan yang perlu kita renungkan, &ldquo;Bisakah saya menjadi seorang penemu juga?&rdquo;</p>
<p>Jangan buru-buru berkata &ldquo;Tidak mungkin.&rdquo; Karena tak ada yang tidak mungkin selama kita yakin dan mau mencoba.&nbsp; Anda pun bisa kok, menjadi penemu alias inovator. Caranya:</p>
<p>1. Tekuni hobi dan passion Anda secara serius dan mendalam. Karena hobi tidak hanya mendatangkan kebahagiaan pribadi. Tidak jarang sebuah hobi bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.</p>
<p>2. Cari masalah apa yang paling sering dipermasalahkan orang-orang di lingkungan Anda, tapi sampai saat ini belum ada solusinya.</p>
<p>3. Pikirkan dan cari tahu, ide kreatif apa yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.</p>
<p>4. Langsung <em>action</em>. Segera wujudkan ide tersebut menjadi sebuah inovasi baru.</p>
<p>Nah, kebetulan saat ini ada sebuah program yang bisa membantu Anda menjadi seorang penemu:&nbsp;<strong><a href="http://donetwork.lenovo.com/id/index/?cid=id%7Csoc%7Cdl%7Cbloggers%7Cdonetwork%7C2&amp;">DoNetworkID</a></strong>&nbsp;dari <strong>Lenovo</strong>.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-XHsVhcbX6Hw/Twmj8AW9mhI/AAAAAAAAETk/vL7neICkHPY/s800/DN_for_blogs.jpg" alt="" /></p>
<p>Bila Anda tertarik, coba bentuk tim dari sekarang. Sebab program ini memang mengharuskan seperti itu. Lalu cari dan urun rembug mengenai ide dan proyek inovatif apa yang akan diikutsertakan. Setelah itu, silahkan langsung berpartisipasi dalam&nbsp;<strong><a href="http://donetwork.lenovo.com/id/index/?cid=id%7Csoc%7Cdl%7Cbloggers%7Cdonetwork%7C2&amp;">DoNetworkID</a></strong>&nbsp;dari&nbsp;<strong>Lenovo</strong>.</p>
<p>Kabar baiknya adalah, Tim Anda akan dipandu oleh 3 mentor terhandal di Indonesia: <strong>Budi Putra</strong> (konsultan teknologi), <strong>Nurdiansyah</strong> (peneliti dan pemerhati pendidikan), dan <strong>Onno W Purbo</strong> (<em>independent IT writer</em>). Komentar ketiga orang tersebut mengenai program ini bisa dilihat di <a href="http://bit.ly/xg2Ov8">sini</a>, <a href="http://bit.ly/zF9bvi">sini</a>, dan <a href="http://bit.ly/xmVUdw">sini</a>.</p>
<p>Pendaftaran dibuka pada 8 Desember 2011 s/d 25 Januari 2012. Sementara Pemilihan peserta favorit dilaksanakan pada 5 s/d 25 Januari 2012. Pemilihan finalis berlangsung pada 26 Januari s/d 29 Februari 2012. Dan, pemenang akan diumumkan pada 1 Maret 2012.</p>
<p>Satu orang bisa mengubah dunia menjadi lebih baik. Namun, dibutuhkan lebih banyak kepala untuk membuat dunia menjadi jauh lebih baik.</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-MYz4aJdnONk/Twmk-FmoSdI/AAAAAAAAET0/XHc9k9pyz1M/s800/donetwork.jpg" alt="" /></p>
<p>Info lebih lanjut mengenai program ini bisa dibaca di <a href="http://donetwork.lenovo.com/id/index/?cid=id%7Csoc%7Cdl%7Cbloggers%7Cdonetwork%7C2&amp;">laman ini</a>. Siapa tahu, program ini bisa menjadi peluang besar bagi Anda untuk menjadi seorang inovator yang mengubah peradaban dunia menjadi lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p>Ah, iya. Tweeps, jangan lupa untuk dukung program <strong>Do Network Indonesia</strong> ini dengan <a href="http://twibbon.com/join/Do-Network-Indonesia">Twibbon Do Network Indonesia</a>.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/431</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Menjelang 2012</title>
		<link>http://adha.ms/p/430/menjelang-2012/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/430/menjelang-2012/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/430/menjelang-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 20:55:21 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/430/menjelang-2012'>Menjelang 2012</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/430/menjelang-2012'>http://adha.ms/p/430/menjelang-2012</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-yxyDaHJ44C0/Tv5teyfxkvI/AAAAAAAAESw/gqGUDr-pe5w/s800/2012.jpg" alt="" width="480" height="333" /></p>
<p>Menjelang 2012, menutup 2011, mari kita tinjau dan evaluasi 365 hari selama tahun 2011 ini. Bagaimana dengan target yang sudah ditetapkan sebelumnya? Apakah sudah tercapai dalam setahun ini?</p>
<p>Lalu, apa target Anda untuk 2012? Apapun target Anda untuk tahun depan, semoga semuanya bisa tercapai. Amin.</p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/430/menjelang-2012'>Menjelang 2012</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/430/menjelang-2012'>http://adha.ms/p/430/menjelang-2012</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-yxyDaHJ44C0/Tv5teyfxkvI/AAAAAAAAESw/gqGUDr-pe5w/s800/2012.jpg" alt="" width="480" height="333" /></p>
<p>Menjelang 2012, menutup 2011, mari kita tinjau dan evaluasi 365 hari selama tahun 2011 ini. Bagaimana dengan target yang sudah ditetapkan sebelumnya? Apakah sudah tercapai dalam setahun ini?</p>
<p>Lalu, apa target Anda untuk 2012? Apapun target Anda untuk tahun depan, semoga semuanya bisa tercapai. Amin.</p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/430</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Heart Rate Target Zone Calculator</title>
		<link>http://adha.ms/p/429/heart-rate-target-zone-calculator/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/429/heart-rate-target-zone-calculator/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/429/heart-rate-target-zone-calculator/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:01:34 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/429/heart-rate-target-zone-calculator'>Heart Rate Target Zone Calculator</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/429/heart-rate-target-zone-calculator'>http://adha.ms/p/429/heart-rate-target-zone-calculator</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-KTj9iDT4c8A/TnNcj08styI/AAAAAAAADvw/DCGelSvaf_k/s400/Screen%252520shot%2525202011-09-16%252520at%2525209.25.44%252520PM.png" alt="" width="400" height="244" /></p>
<p>Sebelumnya saya sudah menuliskan tentang pemantau detak jantung yang bisa digunakan saat berlari. Juga sedikit ulasan mengenai <a href="http://adha.ms/p/417/polar-wearlink-transmitter-nikeplus/">Polar Wearlink+</a> yang saya gunakan dengan <a href="http://adha.ms/p/396/bagaimana-untuk-berlari-plus-dengan-nikeplus/">Nike+</a>.</p>
<p>Lalu, apa sebenarnya guna dari memantau detak jantung ini? Tentunya dengan semakin lengkap informasi mengenai olahraga kita, maka kita dapat lebih mengoptimalkan olahraga tersebut. Misalnya untuk mengetahui apakah kita kurang maksimal atau malah terlalu berlebihan?</p>
<p>Nah, detak jantung setiap individu itu unik. Tentunya untuk menganalisa kondisi jantung bukanlah hal yang gampang. Anda mungkin perlu mengunjungi dokter untuk analisa yang akurat. Namun, secara praktis tentunya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai orang awam.</p>
<p>Salah satunya dengan menghitung zona atau rentang detak jantung yang optimal. Apakah untuk sekedar "menggerakkan badan", atau untuk mencapai batas maksimal kemampuan tubuh. Berlari secara "penuh" (<em>all-out</em>) dalam durasi yang cukup lama tentunya tidak baik juga untuk tubuh. Ada rentang tertentu yang mesti dijaga agar lari menjadi optimal, baik itu tujuannya untuk membakar lemak atau memang untuk meningkatkan kinerja.</p>
<p>Saya mencoba membuat aplikasi berbasis web untuk mengkalkulasikan zona detak jantung di alamat berikut,&nbsp;<a href="http://adha.ms/apps/heartrate/">http://adha.ms/apps/heartrate/</a>. Untuk menghitung, ada beberapa informasi yang dibutuhkan: usia, detak jantung saat tidak berolahraga (<em>resting heart rate</em>), dan jenis kelamin. Informasi detak jantung maksimal bersifat tidak wajib (<em>optional</em>). Jika tidak dimasukkan, maka aplikasi akan menghitung detak jantung maksimal Anda berdasarkan usia dan jenis kelamin. Tentu saja, karena setiap individu itu unik, maka akan lebih akurat jika Anda punya data mengenai detak jantung maksimal Anda.</p>
<p>Semoga lari Anda bisa lebih optimal.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a></p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/429/heart-rate-target-zone-calculator'>Heart Rate Target Zone Calculator</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/429/heart-rate-target-zone-calculator'>http://adha.ms/p/429/heart-rate-target-zone-calculator</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-KTj9iDT4c8A/TnNcj08styI/AAAAAAAADvw/DCGelSvaf_k/s400/Screen%252520shot%2525202011-09-16%252520at%2525209.25.44%252520PM.png" alt="" width="400" height="244" /></p>
<p>Sebelumnya saya sudah menuliskan tentang pemantau detak jantung yang bisa digunakan saat berlari. Juga sedikit ulasan mengenai <a href="http://adha.ms/p/417/polar-wearlink-transmitter-nikeplus/">Polar Wearlink+</a> yang saya gunakan dengan <a href="http://adha.ms/p/396/bagaimana-untuk-berlari-plus-dengan-nikeplus/">Nike+</a>.</p>
<p>Lalu, apa sebenarnya guna dari memantau detak jantung ini? Tentunya dengan semakin lengkap informasi mengenai olahraga kita, maka kita dapat lebih mengoptimalkan olahraga tersebut. Misalnya untuk mengetahui apakah kita kurang maksimal atau malah terlalu berlebihan?</p>
<p>Nah, detak jantung setiap individu itu unik. Tentunya untuk menganalisa kondisi jantung bukanlah hal yang gampang. Anda mungkin perlu mengunjungi dokter untuk analisa yang akurat. Namun, secara praktis tentunya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai orang awam.</p>
<p>Salah satunya dengan menghitung zona atau rentang detak jantung yang optimal. Apakah untuk sekedar "menggerakkan badan", atau untuk mencapai batas maksimal kemampuan tubuh. Berlari secara "penuh" (<em>all-out</em>) dalam durasi yang cukup lama tentunya tidak baik juga untuk tubuh. Ada rentang tertentu yang mesti dijaga agar lari menjadi optimal, baik itu tujuannya untuk membakar lemak atau memang untuk meningkatkan kinerja.</p>
<p>Saya mencoba membuat aplikasi berbasis web untuk mengkalkulasikan zona detak jantung di alamat berikut,&nbsp;<a href="http://adha.ms/apps/heartrate/">http://adha.ms/apps/heartrate/</a>. Untuk menghitung, ada beberapa informasi yang dibutuhkan: usia, detak jantung saat tidak berolahraga (<em>resting heart rate</em>), dan jenis kelamin. Informasi detak jantung maksimal bersifat tidak wajib (<em>optional</em>). Jika tidak dimasukkan, maka aplikasi akan menghitung detak jantung maksimal Anda berdasarkan usia dan jenis kelamin. Tentu saja, karena setiap individu itu unik, maka akan lebih akurat jika Anda punya data mengenai detak jantung maksimal Anda.</p>
<p>Semoga lari Anda bisa lebih optimal.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a></p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/429</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Standard-Chartered Singapore Marathon 2011</title>
		<link>http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 12:11:32 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011'>Standard-Chartered Singapore Marathon 2011</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011'>http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011</a>. </p><p>Sejak pertama kali mulai berlari sebenarnya saya terinspirasi <strong>Nike+ Human Race</strong> dan bercita-cita untuk berpartisipasi pada Nike+ Human Race 10K di Singapura. Namun, karena tahun 2011 ini tidak ada lagi Nike+ Human Race, maka saya pun berpaling ke <strong>Standard-Chartered Singapore Marathon 2011</strong>.</p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-8TK7fIIOFes/TuMPwbOYPkI/AAAAAAAAENU/48kjfXFzEOE/s400/DSC01971.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p>Saat mendaftar pada Mei 2011, saya belum pernah menamatkan satu pun lomba lari 10K. Tetapi saya yakin karena masih ada waktu hingga Desember 2011 untuk berlatih. Milo Jakarta 10K 2011 menjadi lomba 10K pertama saya, yang disusul dengan <a href="http://adha.ms/p/419/adidas-king-of-the-road-indonesia-2011/">Adidas King of The Road</a> dengan jarak 16.8K. Pencapaian 16.8K ini sebenarnya membuat saya berpikir ulang mengapa saya hanya mengambil kategori 10K untuk SCSM 2011.</p>
<p>SCMS 2011 ini merupakan lomba internasional pertama yang saya ikuti. Karena bukan 10K yang pertama dan bukan jarak terjauh saya, maka saya menetapkan target catatan waktu terbaik pribadi (<em>personal best timing</em>) pada lomba kali ini, 1:10:00. Pencapaian sebelumnya masih berkisar antara 1:16:00 hingga 1:26:00.</p>
<p>Berangkat dari Jakarta pada Sabtu (03/12) dengan penerbangan jam 7 pagi. Saat proses imigrasi, bertemu dengan Mas Didiet plus Mbak Tutik dan juga Mas Rustaman yang ternyata mereka satu penerbangan dengan saya. Setibanya di Changi, ternyata ada Mas Anton juga yang sudah tiba terlebih dahulu dengan penerbangan yang berbeda. Dengan MRT kami berlima pun menuju tempat pengambilan paket lomba (<em>race pack</em>). Walaupun sedikit <em>nyasar</em>, akhirnya kami pun tiba di Marina Bay Sands Expo. Selain nomor dada (<em>bib</em>) yang dilengkapi dengan RFID, juga ada singlet Asics seragam resmi lomba dan beberapa <em>merchandise</em> dari sponsor.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-1ktJftnu-8I/TuMQFGUcFqI/AAAAAAAAENU/t5T1dC_TyRk/s400/IMG_0970-2.jpg" alt="" width="266" height="400" /></p>
<p>Adidas ClimaCool Ride yang belum genap berusia seminggu menjadi andalan untuk menyentuh aspal jalanan Singapura dalam lomba kali ini. Untungnya sepatu ini sudah saya ujicoba terlebih dahulu, sehingga saya pun sudah mempersiapkan Hansaplast untuk mengakali kaki lecet dan melepuh (<em>blistered</em>).</p>
<p>Berangkat dari penginapan sekitar pukul 05.30 SGT, saya mendapati isi MRT adalah para pelari SCSM 2011. Saya pun bertemu dengan Mia di stasiun Dhoby Ghaut yang kebetulan sama-sama mengambil kategori 10K sehingga bisa bersama-sama saat menitipkan tas dan menuju garis <em>start</em> di <em>Esplanade Bridge</em>.</p>
<p>Bersama Oki, Bertha, Mia, Gede, Rico kami berhasil mendapat posisi <em>start</em> di depan. Walaupun ternyata posisi terdepan diisi oleh kalangan terbatas (VIP). Tentu saja, <em>start</em> terdepan tidak berarti <em>finish</em> terdepan. Tercatat 12.047 peserta untuk kategori 10K. Ternyata <em>start</em> dilakukan dalam beberapa tahap (<em>batch</em>). Beruntung kami start di tahap pertama pada 07.15 SGT, selain selisih waktu antara <em>chip time</em> dan <em>gun time</em> yang tipis, juga cuaca sejuk karena relatif masih pagi.</p>
<p>Dengan target 70 menit untuk 10 km, tentu saya dapat dengan gampang mengukur kecepatan lari: 7 menit per km. Hanya sayangnya, karena sedikit kecerobohan, <em>armband</em> miCoach tertinggal di Jakarta sehingga saya tidak bisa membawa serta iPhone untuk berlari. Artinya, tidak ada musik dalam lari kali ini. "<em>Run without tunes</em>" kata Rian sembari menertawakan keteledoran saya. Tanpa iPhone saya juga tidak bisa melacak rute lari saya menggunakan GPS.</p>
<p>Berlari bersama dengan ribuan pelari, tentunya akan membuat adrenalin meningkat. Konsekuensinya ada 2: semakin terpacu untuk kencang; dan, detak jantung menjadi lebih cepat, yang membuat kita lebih cepat letih. Namun sorakan semangat (<em>cheers</em>) dari para sukarelawan yang kebanyakan adalah gadis belia tentunya benar-benar membangun semangat. Belum lagi Rian yang saat itu menjadi <em>coach</em> dadakan yang terus memaksa saya untuk terus berlari mengejar catatan waktu terbaik.</p>
<p>Alhasil, menjelang garis finish, tampak jam digital Seiko besar yang menunjukkan waktu saya tinggal beberapa detik saja untuk mengejar target. <em>Alhamdulillah</em>, saya berhasil melintasi garis finish dengan catatan waktu 1:09:59. Satu detik lebih cepat dari target. Waktu bersih (<em>chip time</em>) tentunya lebih cepat, walaupun hanya berbeda 2 detik saja. Tidak sia-sia saya sudah mengeluarkan biaya dan datang jauh-jauh, semua terbayarkan ketika berhasil memecahkan rekor pribadi dan tentunya meraih medali penamat (<em>finisher medal</em>).</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-TgYyWFGoqBA/TuMQDLS64dI/AAAAAAAAENU/ctt8li5eCQU/s400/IMG_0978.jpg" alt="" width="266" height="400" /></p>
<p>Sedikit kabar buruk adalah mengenai area acara di The Padang yang becek karena hujan yang menyirami Singapura malam sebelumnya. Tak ayal, sepatu yang baru saja menyelesaikan lomba pertamanya dipaksa bermain dengan lumpur demi menghampiri tenda pengambilan medali dan konsumsi. <em>Yuck</em>! Urusan mencuci sepatu sesampainya di Jakarta memang menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-d5ewHdl8oJU/TuMQKleka1I/AAAAAAAAENU/0XRwrDE621Y/s400/IMG_0979-2.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p>Lomba yang disusun serta diatur dengan apik dan juga eksekusi yang baik memang memberikan pengalaman yang mengesankan bagi partisipan. Dengan dukungan sponsor dan juga pemerintah, lomba pun berjalan lancar. Lebih dari setengah hari, sebagian jalanan di Singapura ditutup untuk penyelenggaraan lomba lari ini. Bahkan <a href="http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011/">MRT beroperasi di luar jam normal</a> khusus untuk lomba ini. Ah, kapan di Indonesia bisa seperti ini? Oktober kemarin saja lomba lari Standard-Chartered Indonesia Half-Marathon yang diadakan di Ragunan pesertanya hanya ratusan orang saja untuk kategori 21K dan 10K. Sementara SCSM 2011 tercatat sekitar 65.000 peserta untuk keseluruhan kategori, termasuk <em>kid dash</em>.</p>
<p>Saya kembali ke Jakarta pada keesokan harinya, penerbangan pada Senin (15/12) siang yang sudah disamakan dengan Mbak Nitta plus Bang Edo. Tapi ternyata, Mia dan Allan pun menggunakan penerbangan yang sama. Pun, lagi-lagi Mas Didiet dan Mbak Tutik. Ditambah lagi, Mas Heru dan beberapa rekan dari SCB juga bergabung di penerbangan yang sama! Kabin pesawat siang itu pun ramai dengan para peserta SCSM 2011.</p>
<p>Sampai jumpa di BII Maybank Bali Marathon, April 2012 mendatang!</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011'>Standard-Chartered Singapore Marathon 2011</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011'>http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011</a>. </p><p>Sejak pertama kali mulai berlari sebenarnya saya terinspirasi <strong>Nike+ Human Race</strong> dan bercita-cita untuk berpartisipasi pada Nike+ Human Race 10K di Singapura. Namun, karena tahun 2011 ini tidak ada lagi Nike+ Human Race, maka saya pun berpaling ke <strong>Standard-Chartered Singapore Marathon 2011</strong>.</p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-8TK7fIIOFes/TuMPwbOYPkI/AAAAAAAAENU/48kjfXFzEOE/s400/DSC01971.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p>Saat mendaftar pada Mei 2011, saya belum pernah menamatkan satu pun lomba lari 10K. Tetapi saya yakin karena masih ada waktu hingga Desember 2011 untuk berlatih. Milo Jakarta 10K 2011 menjadi lomba 10K pertama saya, yang disusul dengan <a href="http://adha.ms/p/419/adidas-king-of-the-road-indonesia-2011/">Adidas King of The Road</a> dengan jarak 16.8K. Pencapaian 16.8K ini sebenarnya membuat saya berpikir ulang mengapa saya hanya mengambil kategori 10K untuk SCSM 2011.</p>
<p>SCMS 2011 ini merupakan lomba internasional pertama yang saya ikuti. Karena bukan 10K yang pertama dan bukan jarak terjauh saya, maka saya menetapkan target catatan waktu terbaik pribadi (<em>personal best timing</em>) pada lomba kali ini, 1:10:00. Pencapaian sebelumnya masih berkisar antara 1:16:00 hingga 1:26:00.</p>
<p>Berangkat dari Jakarta pada Sabtu (03/12) dengan penerbangan jam 7 pagi. Saat proses imigrasi, bertemu dengan Mas Didiet plus Mbak Tutik dan juga Mas Rustaman yang ternyata mereka satu penerbangan dengan saya. Setibanya di Changi, ternyata ada Mas Anton juga yang sudah tiba terlebih dahulu dengan penerbangan yang berbeda. Dengan MRT kami berlima pun menuju tempat pengambilan paket lomba (<em>race pack</em>). Walaupun sedikit <em>nyasar</em>, akhirnya kami pun tiba di Marina Bay Sands Expo. Selain nomor dada (<em>bib</em>) yang dilengkapi dengan RFID, juga ada singlet Asics seragam resmi lomba dan beberapa <em>merchandise</em> dari sponsor.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-1ktJftnu-8I/TuMQFGUcFqI/AAAAAAAAENU/t5T1dC_TyRk/s400/IMG_0970-2.jpg" alt="" width="266" height="400" /></p>
<p>Adidas ClimaCool Ride yang belum genap berusia seminggu menjadi andalan untuk menyentuh aspal jalanan Singapura dalam lomba kali ini. Untungnya sepatu ini sudah saya ujicoba terlebih dahulu, sehingga saya pun sudah mempersiapkan Hansaplast untuk mengakali kaki lecet dan melepuh (<em>blistered</em>).</p>
<p>Berangkat dari penginapan sekitar pukul 05.30 SGT, saya mendapati isi MRT adalah para pelari SCSM 2011. Saya pun bertemu dengan Mia di stasiun Dhoby Ghaut yang kebetulan sama-sama mengambil kategori 10K sehingga bisa bersama-sama saat menitipkan tas dan menuju garis <em>start</em> di <em>Esplanade Bridge</em>.</p>
<p>Bersama Oki, Bertha, Mia, Gede, Rico kami berhasil mendapat posisi <em>start</em> di depan. Walaupun ternyata posisi terdepan diisi oleh kalangan terbatas (VIP). Tentu saja, <em>start</em> terdepan tidak berarti <em>finish</em> terdepan. Tercatat 12.047 peserta untuk kategori 10K. Ternyata <em>start</em> dilakukan dalam beberapa tahap (<em>batch</em>). Beruntung kami start di tahap pertama pada 07.15 SGT, selain selisih waktu antara <em>chip time</em> dan <em>gun time</em> yang tipis, juga cuaca sejuk karena relatif masih pagi.</p>
<p>Dengan target 70 menit untuk 10 km, tentu saya dapat dengan gampang mengukur kecepatan lari: 7 menit per km. Hanya sayangnya, karena sedikit kecerobohan, <em>armband</em> miCoach tertinggal di Jakarta sehingga saya tidak bisa membawa serta iPhone untuk berlari. Artinya, tidak ada musik dalam lari kali ini. "<em>Run without tunes</em>" kata Rian sembari menertawakan keteledoran saya. Tanpa iPhone saya juga tidak bisa melacak rute lari saya menggunakan GPS.</p>
<p>Berlari bersama dengan ribuan pelari, tentunya akan membuat adrenalin meningkat. Konsekuensinya ada 2: semakin terpacu untuk kencang; dan, detak jantung menjadi lebih cepat, yang membuat kita lebih cepat letih. Namun sorakan semangat (<em>cheers</em>) dari para sukarelawan yang kebanyakan adalah gadis belia tentunya benar-benar membangun semangat. Belum lagi Rian yang saat itu menjadi <em>coach</em> dadakan yang terus memaksa saya untuk terus berlari mengejar catatan waktu terbaik.</p>
<p>Alhasil, menjelang garis finish, tampak jam digital Seiko besar yang menunjukkan waktu saya tinggal beberapa detik saja untuk mengejar target. <em>Alhamdulillah</em>, saya berhasil melintasi garis finish dengan catatan waktu 1:09:59. Satu detik lebih cepat dari target. Waktu bersih (<em>chip time</em>) tentunya lebih cepat, walaupun hanya berbeda 2 detik saja. Tidak sia-sia saya sudah mengeluarkan biaya dan datang jauh-jauh, semua terbayarkan ketika berhasil memecahkan rekor pribadi dan tentunya meraih medali penamat (<em>finisher medal</em>).</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-TgYyWFGoqBA/TuMQDLS64dI/AAAAAAAAENU/ctt8li5eCQU/s400/IMG_0978.jpg" alt="" width="266" height="400" /></p>
<p>Sedikit kabar buruk adalah mengenai area acara di The Padang yang becek karena hujan yang menyirami Singapura malam sebelumnya. Tak ayal, sepatu yang baru saja menyelesaikan lomba pertamanya dipaksa bermain dengan lumpur demi menghampiri tenda pengambilan medali dan konsumsi. <em>Yuck</em>! Urusan mencuci sepatu sesampainya di Jakarta memang menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-d5ewHdl8oJU/TuMQKleka1I/AAAAAAAAENU/0XRwrDE621Y/s400/IMG_0979-2.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p>Lomba yang disusun serta diatur dengan apik dan juga eksekusi yang baik memang memberikan pengalaman yang mengesankan bagi partisipan. Dengan dukungan sponsor dan juga pemerintah, lomba pun berjalan lancar. Lebih dari setengah hari, sebagian jalanan di Singapura ditutup untuk penyelenggaraan lomba lari ini. Bahkan <a href="http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011/">MRT beroperasi di luar jam normal</a> khusus untuk lomba ini. Ah, kapan di Indonesia bisa seperti ini? Oktober kemarin saja lomba lari Standard-Chartered Indonesia Half-Marathon yang diadakan di Ragunan pesertanya hanya ratusan orang saja untuk kategori 21K dan 10K. Sementara SCSM 2011 tercatat sekitar 65.000 peserta untuk keseluruhan kategori, termasuk <em>kid dash</em>.</p>
<p>Saya kembali ke Jakarta pada keesokan harinya, penerbangan pada Senin (15/12) siang yang sudah disamakan dengan Mbak Nitta plus Bang Edo. Tapi ternyata, Mia dan Allan pun menggunakan penerbangan yang sama. Pun, lagi-lagi Mas Didiet dan Mbak Tutik. Ditambah lagi, Mas Heru dan beberapa rekan dari SCB juga bergabung di penerbangan yang sama! Kabin pesawat siang itu pun ramai dengan para peserta SCSM 2011.</p>
<p>Sampai jumpa di BII Maybank Bali Marathon, April 2012 mendatang!</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/428</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Singapore MRT Beroperasi Lebih Awal untuk SCSM 2011</title>
		<link>http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 08:36:59 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011'>Singapore MRT Beroperasi Lebih Awal untuk SCSM 2011</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011'>http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-YbIY7AjWJvA/Ts5NGcKDPiI/AAAAAAAAEHY/0FaLd7KjVCk/s400/smrt.jpg" alt="" width="400" height="322" /></p>
<p>Singapore MRT, sebuah layanan transportasi yang mungkin sangat diidam-idamkan oleh warga Indonesia, terlebih warga Jakarta. Menjelang SCSM (Standard Chartered Singapore Marathon) 2011, diumumkan bahwa khusus untuk tanggal 4 Desember 2011, layanan transportasi ini beroperasi lebih awal dari biasanya. Jika biasanya layanan baru dimulai pada 05.00 AM SGT (Singapore Time, GMT +08.00), maka pada hari berlangsungnya SCSM akan beroperasi mulai pukul 01.00 AM SGT.</p>
<p>SBS Transit bahkan lebih dahsyat. Tidak hanya sekedar beroperasi lebih awal di tanggal 4 Desember, tetapi beroperasi non-stop semalaman dari tanggal 3 Desember hingga 4 Desember <a href="#scsm01">[1]</a>. Hanya saja di luar jam operasi normal ini frekuensinya menurun hingga per 15 menit. Hal ini dapat dimaklumi karena diprediksi kebutuhan serta tingkat okupansinya cenderung lebih rendah di tengah malam.</p>
<p>Hal ini cukup menarik karena saya yakin ini bisa terjadi karena koordinasi dan kerjasama yang baik antara pihak panitia lomba, pemerintah, dan perusahaan operator jasa transportasinya. Alhasil sebuah gelaran olahraga pun bisa memberi nilai untuk pariwisata negara tersebut. Pelari asing mau ke Singapura untuk berlomba tentunya selain faktor acara juga karena ketersediaan infrastruktur dan layanan publik yang baik dan menunjang.</p>
<p>Bagaimana dengan Jakarta? Untuk urusan transportasi "lembur" mungkin hanya terjadi saat malam tahun baru atau malam menjelang hari raya. Mungkin TransJakarta Busway bisa lembur beroperasi saat tahun baru. Tapi saat lomba lari? Coba kita kilas balik Jakarta 10K 2011. TransJakarta Busway koridor 1 (Blok M - Kota) justru tidak beroperasi saat berlangsungnya Jakarta 10K 2011<a href="#scsm02">[2]</a>. Ironis ya?</p>
<p>Memang sepertinya transportasi di Jakarta ini tidak boleh bagus dan nyaman, sehingga orang tetap akan berupaya untuk memiliki kendaraan pribadi, baik itu sepeda motor ataupun mobil. Padahal secara konsep harusnya busway bisa lebih baik dan lebih nyaman dari saat ini.</p>
<p>Masih mau kampanye Enjoy Jakarta?</p>
<p><a name="scsm01"></a>[1] <a href="http://www.sbstransit.com.sg/press/2011-11-17-03.aspx">North East Line To Operate Overnight For The Standard Chartered Marathon 2011</a></p>
<p><a name="scsm02"></a>[2] <a href="http://www.detiknews.com/read/2011/06/05/075923/1653236/10/ada-lomba-lari-10k-busway-blok-m-kota-tidak-beroperasi?991101mainnews">Ada Lomba Lari 10K, Busway Blok M-Kota Tidak Beroperasi</a></p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011'>Singapore MRT Beroperasi Lebih Awal untuk SCSM 2011</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011'>http://adha.ms/p/427/singapore-mrt-beroperasi-lebih-awal-untuk-scsm-2011</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-YbIY7AjWJvA/Ts5NGcKDPiI/AAAAAAAAEHY/0FaLd7KjVCk/s400/smrt.jpg" alt="" width="400" height="322" /></p>
<p>Singapore MRT, sebuah layanan transportasi yang mungkin sangat diidam-idamkan oleh warga Indonesia, terlebih warga Jakarta. Menjelang SCSM (Standard Chartered Singapore Marathon) 2011, diumumkan bahwa khusus untuk tanggal 4 Desember 2011, layanan transportasi ini beroperasi lebih awal dari biasanya. Jika biasanya layanan baru dimulai pada 05.00 AM SGT (Singapore Time, GMT +08.00), maka pada hari berlangsungnya SCSM akan beroperasi mulai pukul 01.00 AM SGT.</p>
<p>SBS Transit bahkan lebih dahsyat. Tidak hanya sekedar beroperasi lebih awal di tanggal 4 Desember, tetapi beroperasi non-stop semalaman dari tanggal 3 Desember hingga 4 Desember <a href="#scsm01">[1]</a>. Hanya saja di luar jam operasi normal ini frekuensinya menurun hingga per 15 menit. Hal ini dapat dimaklumi karena diprediksi kebutuhan serta tingkat okupansinya cenderung lebih rendah di tengah malam.</p>
<p>Hal ini cukup menarik karena saya yakin ini bisa terjadi karena koordinasi dan kerjasama yang baik antara pihak panitia lomba, pemerintah, dan perusahaan operator jasa transportasinya. Alhasil sebuah gelaran olahraga pun bisa memberi nilai untuk pariwisata negara tersebut. Pelari asing mau ke Singapura untuk berlomba tentunya selain faktor acara juga karena ketersediaan infrastruktur dan layanan publik yang baik dan menunjang.</p>
<p>Bagaimana dengan Jakarta? Untuk urusan transportasi "lembur" mungkin hanya terjadi saat malam tahun baru atau malam menjelang hari raya. Mungkin TransJakarta Busway bisa lembur beroperasi saat tahun baru. Tapi saat lomba lari? Coba kita kilas balik Jakarta 10K 2011. TransJakarta Busway koridor 1 (Blok M - Kota) justru tidak beroperasi saat berlangsungnya Jakarta 10K 2011<a href="#scsm02">[2]</a>. Ironis ya?</p>
<p>Memang sepertinya transportasi di Jakarta ini tidak boleh bagus dan nyaman, sehingga orang tetap akan berupaya untuk memiliki kendaraan pribadi, baik itu sepeda motor ataupun mobil. Padahal secara konsep harusnya busway bisa lebih baik dan lebih nyaman dari saat ini.</p>
<p>Masih mau kampanye Enjoy Jakarta?</p>
<p><a name="scsm01"></a>[1] <a href="http://www.sbstransit.com.sg/press/2011-11-17-03.aspx">North East Line To Operate Overnight For The Standard Chartered Marathon 2011</a></p>
<p><a name="scsm02"></a>[2] <a href="http://www.detiknews.com/read/2011/06/05/075923/1653236/10/ada-lomba-lari-10k-busway-blok-m-kota-tidak-beroperasi?991101mainnews">Ada Lomba Lari 10K, Busway Blok M-Kota Tidak Beroperasi</a></p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/427</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Xperiathon: Xperia + Marathon</title>
		<link>http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 08:25:07 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon'>Xperiathon: Xperia + Marathon</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon'>http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon</a>. </p><p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-MwfmhbbtUpo/TsEaOlFgdZI/AAAAAAAAEEM/CdWlx7VaeoM/s800/xperiathon.jpg" alt="" width="360" height="198" /></p>
<p>Setelah meluncurkan <strong>SonyEricsson Xperia active</strong>&nbsp;&mdash;ponsel cerdas berbasis Android yang menyasar segmen pengguna gaya hidup aktif dan olah raga&mdash; Sony menyelenggarakan <strong>Xperiathon</strong>, sebuah lomba lari marathon dan half-marathon secara daring (<em>online</em>). Beberapa tahun yang lalu Nike pernah menggunakan konsep serupa dengan gelaran Nike+ Human Race sebagai acara aktivasi untuk produk <a href="http://adha.ms/p/351">Nike+</a>. Bisa jadi ini merupakan jawaban Sony untuk&nbsp;<a href="http://adha.ms/p/423/motoactv/">MotoACTV</a> yang dikaitkan dengan NYC Marathon 2011.</p>
<p>Untuk berpartisipasi dalam lomba lari Xperiathon ini, Anda harus menggunakan aplikasi penjejak (<em>tracker</em>) lari yang telah ditentukan: <strong>Endomondo</strong>, <strong>MapMyFitness</strong>, atau <strong>RunKeeper</strong>. Anda tidak perlu memiliki Xperia active, karena ketiga aplikasi ini dapat berjalan di ponsel Android lain. Ketiga aplikasi tersebut juga tersedia untuk iPhone, BlackBerry, Nokia, atau Windows Phone. Anda tinggal mendaftar di situs <a href="http://xperiathon.com">xperiathon.com</a> lengkap dengan informasi akun aplikasi yang akan Anda gunakan. Gratis! Nanti Xperiathon akan meninjau hasil lomba yang tercatat dari aplikasi tersebut.</p>
<p>Jarak yang dilombakan adalah kategori marathon (42,195 km) dan half-marathon (21,0975 km). Hasil lomba Anda akan digugurkan jika melebihi 6 jam 30 menit. Untuk Anda yang tidak termasuk kategori pelari serius, mungkin jarak ini relatif jauh. Sayangnya tidak ada kategori jarak 10K untuk mengakomodasi pelari yang masih baru.</p>
<p>Perlombaan dimulai pada Sabtu, 26 November pukul 12.00 Waktu Eropa Tengah (CET), atau pukul 18.00 WIB. Dan karena lomba ini dilakukan secara daring, maka Anda bisa melakukan lomba di mana saja, dengan rute sesuai dengan keinginan Anda. Bedanya dengan Human Race, di Xperiathon sama sekali tidak ada lomba fisik atau perayaan luring (<em>offline</em>) secara resmi.</p>
<p>Masing-masing juara untuk tiap kategori akan mendapatkan paket perjalanan dan keikutsertaan dalam lomba lari <strong>GoteborgsVarvet Half Marathon 2012</strong> atau <strong>New York Marathon 2012</strong>. Sementara 10 penamat (<em>finishers</em>) tiap kategori jarak akan mendapatkan ponsel SonyEricsson Xperia active.</p>
<p>Tertarik untuk ikut? Mari lari.</p>
<p>&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <p>This post is fetched by feed on 05-Feb-2012 02:02. Original post of <a href='http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon'>Xperiathon: Xperia + Marathon</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon'>http://adha.ms/p/426/xperiathon-xperia-marathon</a>. </p><p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-MwfmhbbtUpo/TsEaOlFgdZI/AAAAAAAAEEM/CdWlx7VaeoM/s800/xperiathon.jpg" alt="" width="360" height="198" /></p>
<p>Setelah meluncurkan <strong>SonyEricsson Xperia active</strong>&nbsp;&mdash;ponsel cerdas berbasis Android yang menyasar segmen pengguna gaya hidup aktif dan olah raga&mdash; Sony menyelenggarakan <strong>Xperiathon</strong>, sebuah lomba lari marathon dan half-marathon secara daring (<em>online</em>). Beberapa tahun yang lalu Nike pernah menggunakan konsep serupa dengan gelaran Nike+ Human Race sebagai acara aktivasi untuk produk <a href="http://adha.ms/p/351">Nike+</a>. Bisa jadi ini merupakan jawaban Sony untuk&nbsp;<a href="http://adha.ms/p/423/motoactv/">MotoACTV</a> yang dikaitkan dengan NYC Marathon 2011.</p>
<p>Untuk berpartisipasi dalam lomba lari Xperiathon ini, Anda harus menggunakan aplikasi penjejak (<em>tracker</em>) lari yang telah ditentukan: <strong>Endomondo</strong>, <strong>MapMyFitness</strong>, atau <strong>RunKeeper</strong>. Anda tidak perlu memiliki Xperia active, karena ketiga aplikasi ini dapat berjalan di ponsel Android lain. Ketiga aplikasi tersebut juga tersedia untuk iPhone, BlackBerry, Nokia, atau Windows Phone. Anda tinggal mendaftar di situs <a href="http://xperiathon.com">xperiathon.com</a> lengkap dengan informasi akun aplikasi yang akan Anda gunakan. Gratis! Nanti Xperiathon akan meninjau hasil lomba yang tercatat dari aplikasi tersebut.</p>
<p>Jarak yang dilombakan adalah kategori marathon (42,195 km) dan half-marathon (21,0975 km). Hasil lomba Anda akan digugurkan jika melebihi 6 jam 30 menit. Untuk Anda yang tidak termasuk kategori pelari serius, mungkin jarak ini relatif jauh. Sayangnya tidak ada kategori jarak 10K untuk mengakomodasi pelari yang masih baru.</p>
<p>Perlombaan dimulai pada Sabtu, 26 November pukul 12.00 Waktu Eropa Tengah (CET), atau pukul 18.00 WIB. Dan karena lomba ini dilakukan secara daring, maka Anda bisa melakukan lomba di mana saja, dengan rute sesuai dengan keinginan Anda. Bedanya dengan Human Race, di Xperiathon sama sekali tidak ada lomba fisik atau perayaan luring (<em>offline</em>) secara resmi.</p>
<p>Masing-masing juara untuk tiap kategori akan mendapatkan paket perjalanan dan keikutsertaan dalam lomba lari <strong>GoteborgsVarvet Half Marathon 2012</strong> atau <strong>New York Marathon 2012</strong>. Sementara 10 penamat (<em>finishers</em>) tiap kategori jarak akan mendapatkan ponsel SonyEricsson Xperia active.</p>
<p>Tertarik untuk ikut? Mari lari.</p>
<p>&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/426</wfw:commentRss>
	</item>
</channel>
</rss>
