Adham Somantrie

Adham Somantrie

Refresh Desktop Windows XP Anda!

Posted on 2009-02-03 20:33:41. 4781 views.

Saya adalah pengguna sistem operasi Windows sejak tahun 1994, saat itu saya masih menggunakan Windows 3.1 pada mesin berbasis Intel 386 SX 25 Mhz. Sistem operasi Windows saya gunakan hingga tahun 2006 saya migrasi ke Mac OS X. Namun, dalam dua bulan terakhir, saya kembali menggunakan Windows XP pada PicoBook. Saya menolak menggunakan Mac OS X pada netbook dengan resolusi rendah — Mac OS X hanya akan nikmat pada layar resolusi tinggi.

Namun, jika saya memperhatikan pengguna Windows XP lainnya selama ini, ada sebuah prosedur yang menurut saya agak aneh. Yakni menggunakan menu "refresh" pada desktop.

Hal ini sering dilakukan oleh pengguna Windows saat komputernya (atau mungkin lebih tepat: saat Windows-nya) mengalami sedikit kemacetan, kekacauan, atau setelah ada program aplikasi yang berhenti mendadak (crash, hang).

Dari mitos yang beredar, konon hal ini bisa membuat Windows menjadi lebih lancar dan lebih sehat. Saya sendiri kurang tahu pasti mengenai hal ini. Apakah benar adanya, atau memang hanya sekedar mitos dan sugesti pengguna saja?

Desktop Windows XP adalah bagian dari aplikasi Windows Explorer. Menu "refresh" adalah salah satu fasilitas dari aplikasi Windows Explorer. Fungsi dari menu ini adalah, memproses ulang suatu folder (direktori) yang berisi berkas, untuk ditampilkan. Misalnya saat kita menambah atau mengubah sebuah berkas dari folder tersebut diluar aplikasi Windows Explorer, terkadang Windows Explorer tidak secara otomatis mengaktualkan tampilannya. Nah, untuk keperluan inilah disediakan fungsi "refresh".

Contoh lain adalah, saat aplikasi Windows Explorer mengalami kekacauan pada sistem tembolok (cache) ikon. Maka, fitur "refresh" akan mengosongkan kembali sistem tembolok, dan membuat kembali daftar ikon dari berkas.

Apakah fitur "refresh" ini juga menyegarkan kembali sistem RAM seperti yang dilakukannya pada sistem tembolok ikon? Tampaknya tidak! Untuk menyegarkan dan merapikan kembali sistem RAM, Anda lebih baik melakukan "restart". Apalagi manajemen RAM pada Windows XP tidak sebaik sistem yang berbasis UNIX seperti Linux, FreeBSD, ataupun Mac OS X.

Tagged in:

Menggunakan Layanan PayPal Tanpa Kartu Kredit

Posted on 2009-02-06 18:54:15. 26241 views.

PayPal, adalah salah satu layanan transaksi keuangan di internet yang cukup populer. Baik untuk pembayaran ataupun penerimaan dana. Untuk yang suka berbelanja di internet seperti eBay, Amazon, ataupun sekedar membayar langganan layanan foto Flickr, dapat menggunakan PayPal untuk pembayarannya. Sementara, bagi para pengguna internet yang biasa bekerja dengan rekan di luar negeri, dapat juga menggunakan PayPal untuk menerima pembayaran komisi atau gaji. Misalnya seperti para penulis ulasan berbayar (paid review), banyak yang menerima pembayaran melalui PayPal.

Apalagi, membuat rekening (account) PayPal ini tidak dikenakan biaya. Gratis! Dengan syarat, negara Anda sudah didukung oleh layanan PayPal. Indonesia sudah masuk ke dalam daftar negara yang didukung layanan PayPal.

Untuk melakukan pembayaran dengan PayPal, tentu saja Anda harus memiliki dana yang tersimpan di dalam rekening PayPal Anda. Anda dapat menggunakan kartu kredit Anda untuk mengisi dana di rekening PayPal Anda. Sementara untuk menerima pembayaran (transfer), Anda dapat melakukannya langsung tanpa harus mendaftarkan kartu kredit Anda.

Namun, Anda tidak dapat menggunakan dana yang ada di dalam rekening PayPal Anda jika Anda belum melakukan verifikasi — dengan mendaftarkan kartu kredit Anda! Ketika rekening PayPal Anda sudah terverifikasi, maka Anda dapat menggunakan dana PayPal yang Anda miliki untuk berbelanja di internet, ataupun mencairkannya ke bank lokal Indonesia.

Namun, bagaimana jika Anda tidak memiliki kartu kredit?

Ada sesuatu yang disebut Virtual Credit Card (VCC), kartu kredit virtual. Yakni sebuah produk kartu kredit yang dapat Anda gunakan secara virtual — di internet, tidak ada kartu fisik. VCC ini dapat Anda gunakan juga untuk melakukan verifikasi rekening PayPal Anda, tanpa perlu memiliki satu pun kartu kredit fisik.

Catatan tambahan: Hmm, sebenernya bisa saja menggunakan kartu debit dengan layanan Visa atau Mastercard seperti kartu ATM beberapa bank. Namun masalahnya, hampir semua kartu debit yang diterbitkan bank di Indonesia menggunakan kebijakan "electronic use only": hanya dapat digunakan dengan gesek (swipe), bukan transaksi melalui internet.

Lalu, bagaimana mendapatkan VCC itu?

Salah satu penyedia VCC di Indonesia adalah JualVCC.net. Saya telah menggunakan jasa JualVCC.net untuk membeli dan menggunakan sebuah VCC untuk memverifikasi rekening PayPal saya. Menggunakan jasa JualVCC.net ini cukup mudah, cepat, dan aman. Untuk pembayarannya, Anda dapat menggunakan transfer bank. Sekedar berbagi pengalaman, saya melakukan komunikasi dengan pihak JualVCC.net menggunakan Yahoo! Messenger dan melakukan pembayaran menggunakan internet banking. Proses pembelian dan verifikasi PayPal sukses dilakukan hanya dalam hitungan menit saja.

Dan kini, saya dapat berbelanja menggunakan rekening PayPal saya. Saya juga dapat mencairkan dana rekening PayPal saya ke bank lokal — lalu menariknya dari ATM.

Adham Somantrie
— Nasabah PayPal, Pelanggan JualVCC.net

Tagged in:

Ulasan Berbayar

Posted on 2009-02-09 09:20:17. 2539 views.

Ulasan berbayar, atau paid review, belakangan sedang mewabah di kalangan blogger Indonesia. Bahkan bagi beberapa blogger, menulis ulasan berbayar ini dapat diandalkan sebagai mata pencaharian untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Sekilas, menulis ulasan berbayar ini tampak cukup gampang dilaksanakan. Anda hanya cukup memiliki sebuah blog (dengan beberapa syarat tertentu), dan kemampuan menulis. Komisinya pun lumayan, mulai dari hanya beberapa dollar hingga ratusan dollar untuk sebuah ulasan — tergantung pemberi tugas, kemampuan menulis Anda, dan rating blog Anda. Umumnya, pembayaran dilakukan dengan menggunakan PayPal. Hal ini cukup memudahkan para blogger untuk menerima pembayaran — walaupun mungkin harus menggunakan sedikit trik untuk mencairkan dana tanpa kartu kredit.

Namun di sisi lain, ada beberapa efek dari ulasan berbayar ini. Yang mungkin menjadi dilema bagi para blogger.

Ulasan berbayar, biasanya ditunggangi kepentingan sang sponsor — tentu saja, karena para sponsor membayar para blogger. Dengan adanya beberapa permintaan khusus dari sponsor, bukanlah hal gampang untuk menulis ulasan yang cukup objektif, tanpa muatan iklan yang persuasif.

Hal ini bisa merusak "aura" blog Anda jika awalnya blog Anda adalah blog yang cukup personal dan berkarakter (on topic). Apalagi jika biasanya Anda menulis dalam Bahasa Indonesia, dan tersempil beberapa tulisan dalam Bahasa Inggris — umumnya ulasan berbayar menggunakan Bahasa Inggris. Di sisi pembaca, jika ulasan tersebut cukup mencolok — berbeda dari kebanyakan tulisan Anda — maka pembaca bisa saja merasa terganggu.

Misalnya, blog Anda mengambil topik mengenai teknologi informasi dan komputer (TIK) namun Anda membuat ulasan mengenai obat-obatan atau mengenai fashion. Tentu saja hal ini cukup buruk di mata para pembaca.

Memang ada sedikit solusi "curang". Yakni menghilangkan (tepatnya: menyembunyikan) tulisan tersebut dari daftar arsip tulisan dan halaman depan, walaupun bagi beberapa sponsor hal ini dilarang keras. Jika ketahuan, bisa saja Anda dicoret dari daftar para penulis ulasan berbayar.

Masalah lain, terjadi jika blog Anda terdaftar di blog agregator yang bertema khusus (on topic). Tentunya Anda tidak ingin merusak daftar agregasi bertema TIK dengan tulisan mengenai pakaian dalam sponsor Anda. Ya, mungkin bisa diakali dengan menyembunyikan "ulasan berbayar" dari umpan RSS Anda — diperlukan modifikasi tambahan pada sistem manajemen blog (CMS) Anda.

Memang, lebih baik Anda membuat blog khusus untuk melakukan praktek ulasan berbayar ini. Sebaiknya jangan menggunakan blog pribadi atau blog utama Anda. Saya sendiri melakukan praktek ini di blog saya yang lain. Memang beberapa ulasan berbayar saya lakukan di blog ini, namun dengan seleksi yang cukup ketat: dengan tema yang sesuai dan harga yang cukup tinggi. Saya mencoba menulis ulasan berbayar dengan baik untuk blog ini, sehingga selain pesan sponsor tersampaikan, ada beberapa hal dan manfaat yang dapat diambil oleh pembaca. Bukan sekadar ulasan "kosong" demi beberapa dollar saja.

Di sisi teknis, blog yang melakukan praktek ulasan berbayar ini bisa saja menjadi korban "razia" Google. Google Pagerank blog Anda dapat jatuh bebas menuju angka 0 (nol) jika ketahuan. Maka dari itu, berhatihatilah!

— Adham Somantrie.

Tagged in:

PC99

Posted on 2009-02-17 23:30:24. 1783 views.

PC99 (Personal Computer for Ninety Nine Dollars), adalah sebuah proyek riset dalam film The First $20 Millions. Adalah empat orang yang menjalankan proyek ini: Andy Casper, Tiny, Salman, dan Darell, serta dibantu oleh beberapa orang teman dekatnya.

Untuk tahun 2009, PC99 memang sudah semakin mendekati kenyataan. Tidak seperti pada tahun pembuatan film ini, 2002. Dimana harga perangkat komputer belum jatuh bebas seperti saat ini.

PC99 melakukan pemotongan harga dengan mengurangi fitur: tanpa monitor, tanpa keyboard, tanpa mouse, bahkan tanpa harddisk. Beberapa hal sudah dilakukan di dunia nyata saat ini. Penggunaan perangkat input cukup digantikan dengan layar sentuh saja. Monitor tabung, dapat digantikan dengan LCD yang lebih portabel — walaupun PC99 ternyata menggunakan hologram tridimensional (3D holographic). Ukuran komputer pun menyusut hingga dapat digenggam dengan sebelah tangan. Begitu juga dengan batere. Bahkan, prosesor saat ini lebih irit daya — dengan kompensasi pengurangan kekuatan yang minim. Pengguna internet umum tidak menuntut komputer dengan kemampuan tinggi layaknya pengguna profesional seperti untuk produksi multimedia.

Tanpa harddisk. Adalah konsep yang wajar dan masuk akal untuk saat ini. Salman menyimpan semua informasi di internet. Penggunaan SSD (atau NAND Flash RAM) tetap ada, untuk menyimpan sistem operasi dan aplikasi inti. Bahkan beberapa aplikasi diakses dari internet: berbasis web misalnya. Saat ini sudah banyak aplikasi yang tersedia di internet, mulai dari pengolah dokumen seperti Google Docs, Apple iWork.com, atau Microsoft Office.net yang tidak jelas kabarnya; hingga aplikasi pengolah grafis daring seperti Pixlr atau Picnik. Pengguna hanya membutuhkan aplikasi peramban web dan koneksi internet.

Harga perangkat keras pun semakin murah, walaupun saat ini belum ada yang menyentuh angka 99 dolar tanpa subsidi. Namun, dengan berkembangnya arsitektur portabel — Intel Atom, nVidia Tegra, ataupun AMD Mobile Platform — perangkat netbook dan MID (mobile internet devices) pun berkembang pesat.

Mobile Internet Device

Untuk ke depannya, netbook dan MID tampak akan menjadi lebih populer dan mendapat pasarnya sendiri. Di tahun 2008, pasar netbook meledak. Mungkin di 2009 atau 2010, giliran MID dengan harga yang lebih murah: iPod Touch misalnya? atau kembalinya Apple Newton?

Dan, PC99 akan menjadi kenyataan tidak lama lagi. Walaupun mungkin tidak berbentuk layaknya komputer meja (desktop PC) konvensional yang biasa kita temukan dalam 20 tahun belakangan ini.

Tagged in:

Holiday to Australia

Posted on 2009-02-21 01:08:03. 1634 views.

Except for the Australian forest fire crisis, Australia still one of best places for holiday. If you're planning to take couple of holidays, you can think about Australia. Things that must be prepared beside the destination places are transportation and accommodations.

Okay, for the transportation, we can use Australian-native aviation services like
Qantas or non-Australian international aviation service like Singapore Airlines. And, you also can find out another cheap flights for budget-friendly transportation and last minute flights.

After our arrival on Australia, let's check out for the last minute accommodation or last minute hotels that we can stay at. Choose one that fit your needs and budget. And, choose hotels or accommodations that near of the tourism places (your destination to explore).

Have fun and enjoy Australia. Take care.

Tagged in:

PestaKopdar Bandung

Posted on 2009-02-21 01:09:44. 2338 views.

Kopdar atau kopi darat, adalah salah satu ritual yang menarik bagi para peserta komunikasi jalur di udara (on air) ataupun daring (online). Banyak hal, hobby, maupun kegiatan yang bisa menyatukan beberapa pengguna internet. Misalnya penggemar fotografi, otomotif, dan lainnya. Dari beberapa hal tersebut, banyak juga bermunculan komunitas-komunitas tertentu yang berkomunikasi menggunakan internet.

Saat ini, pengguna internet sudah sangat beragam profilnya. Secara tidak langsung, maka semakin banyak pula komunitas-komunitas spesifik di internet. Bahkan, terlalu banyak jika dibandingkan penggunanya secara keseluruhan: menjadi tumpang-tindih (overlapping). Atau singkatnya, berbagai komunitas dengan orang-orang yang sebagian besar sama — lah, lu lagi lu lagi!

Untuk kopdar santai dan non-spesifik, pengkotakkotakan komunitas pengguna internet di Bandung hampir tidak ada gunanya. Kopdar BBV-CafeLounge, kopdar blogger, kopdar plurker, dan kopdar lain, tidak ada bedanya. Hampir dihadiri oleh sekelompok orang yang sama — judul kopdar menjadi tidak penting.

Dengan meningkatnya frekuensi kopdar setelah PestaBlogger 2008, apalagi dengan kunjungan Fenny ke Bandung (#1, #2) yang menghasilkan kopdar selama 7 hari non-stop selama seminggu — yang membuat para partypisan™ sudah tidak mau mengkonsumsi Milo lagi — maka perlu dibuatkan wadah untuk publikasi, informasi, dokumentasi dan koordinasi kopdar tanpa judul ini.

Untuk itu, saya dan Ihwan selaku anggota komunitas blogger Bandung — BBV, Bandung Blog Village — yang pastinya juga sebagai bagian dari komunitas pengguna internet (di Bandung) mencoba untuk memulai sebuah forum komunikasi berbentuk mailing-list, yakni PestaKopdar (atau, lebih tepatnya PestaKopdar Bandung).

Misi besar untuk awalnya adalah membuat acara puncak PestaKopdar Bandung 2009 saat malam tahun baru 1 Januari 2009.

Namun sangat disayangkan sekali, di awal-awal pembentukan PestaKopdar ini saya harus hijrah meninggalkan Kota Bandung. Meninggalkan PestaKopdar. Sehingga, secara teknis dan geografis, saya tidak aktif dalam koordinasi PestaKopdar Bandung saat ini. Namun, saya masih berlangganan mailing-list PestaKopdar untuk memantau perkembangannya.

Mengapa mailing-list?

Mailing-list adalah suatu bentuk sistem komunikasi berbasis e-mail (surat elektronik). Di mana e-mail adalah salah satu aplikasi internet "kuno" yang tidak (belum) mati. Hampir seluruh pengguna (tetap) internet (pernah) menggunakan e-mail. Selain itu, e-mail juga dapat digunakan tanpa harus berbasis web. Bahkan, untuk pengguna layanan BlackBerry, dapat lebih menggunakan aplikasi e-mail dengan lebih efektif dan nyaman (bagi beberapa orang).

Jadi, jika Anda adalah pengguna internet yang berdomisili di Bandung — apapun komunitasnya — mari bergabung bersama kami di PestaKopdar Bandung. kok serasa kampanye parpol ya?

Adham Somantrie.
— Founder of PestaKopdar Bandung.

Tagged in:

Fresh 7.0 : Indonesia, Bangsa Kreatif?

Posted on 2009-02-24 14:42:46. 3901 views.

Untuk kedua kalinya saya mengikuti acara FreSh: Freedom of Sharing. Kali ini FreSh 7.0 diadakan pada hari Senin (23/02) malam (19.00 - 22.00 WIB) di daerah Pasar Minggu: Pusat Kebudayaan Salihara. Salah satu tujuan dipilihnya tempat ini adalah untuk memperkenalkan Pusat Kebudayaan Salihara ini sendiri. Terlalu banyak hal baik, positif, bermanfaat, dan menginspirasi yang didapatkan. Saya tidak dapat merangkumnya menjadi sebuah artikel. Maka dari itu, dengan semangat berbagi a la FreSh, saya tuliskan dalam kalimat-kalimat singkat. Tapi, berhubung pembicaranya menggunakan bahasa tingkat tinggi, sementara kemampuan saya dalam mencerna sangat rendah, mohon dikoreksi jika ada kesalahan.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua. Rock On!

— Adham Somantrie, partypisan partisipan FreSh 7.0.

Introduction

FreSh diharapkan menjadi "the next Budi Utomo" setelah 1 abad (1908-2008).

FreSh membawa semangat kebebasan (freedom), berbagi (share), segar, dan inovatif.

FreSh selain berdiskusi juga bertindak. Talk and Action.

Product of Net Gen.

Direncanakan akan ada FreSh Conference 2009. Dengan 100 narasumber/pembicara dalam 1 hari acara. Diharapkan dihadiri 1000 peserta dari kalangan blogger (pengguna internet) dan media.

Session 1: Generation Z by Husin Wijaya from MarkPlus

1998 adalah tahun kebangkitan internet. Generation Z adalah para pengguna internet (aktif) berusia 11-31 tahun di saat itu. Merupakan 13% dari jumlah penduduk untuk di USA.

Menderita attention deficit disorder, bad communication, tapi merupakan penulis yang hebat (great writer).

Internet addicted: sangat ketergantungan terhadap internet. Life for internet, internet for life.

Kehilangan kemampuan bersosialisasi secara fisik/tradisional. Egois.

Melanggar aturan. Membajak: Pirate property rights.

Merupakan bad employees. Sulit untuk diatur karena hobi melanggar tadi.

Narsis: Me Generation. It must be 'all about me'. Avoiding their privacy.

But, a multitasking generation: Instant messenger online 24/7. Be a photographer, bring cameras everytime everywhere. Share experience with youtube. Listen to iPod. Socialize with Facebook, everytime. Facebook is their god.

Kolaboratif.: Tanpa hirarki. Bentuk organisasi yang baru.

Bersifat prosumer. Co-innovative. Menjadi konsumer, lalu menjadi produser dengan menambahkan nilai tambah pada produk.

Merupakan "global social activist".

Menyenangi freedom, for everything.

Menginginkan sesuatu yang customized dan personalized.

Green in mind.

"Entertainment and play" in every part of life.

Session 1 — Q&A:

Ponsel (mobile phone) membantu penetrasi internet (for the rest of us)

Internet and marketing: How to market? Process and penetration of marketing; Changing the people's mind.

Internet, akankah menjadi "the next TV" untuk masa depan? Perlu diantisipasi.

Using SMS for marketing, bisa saja menjadi sebuah trend.

Session 2: Kreativitas dan Budaya Indonesia

G.M. (Goenawan Mohammad) — Tempo.

Jakarta Selatan "belum beradab", maka dari itu perlu adanya Pusat Kebudayaan Salihara. Selama ini, "pusat kebudayaan" untuk wiayah Jakarta Selatan adalah Citos (Cilandak Town Square).

Pusat Kebudayaan Salihara di bangun untuk tujuan kebudayaan dan seni (khususnya di Jakarta Selatan), dengan dana bantuan dari Jawa Pos. Juga dengan bantuan dari tiga arsitek secara sukarela dalam mendesainnya.

Penulisan saat ini menjadi lebih baik dengan adanya blog. Apakah ini merupakan parameter berkembangnya/majunya budaya menulis di Indonesia?

Kreativitas: membuat sesuatu yang baru (original) ataupun tidak baru (tidak original), tetapi baru kita lakukan.

Banyak tulisan-tulisan berkualitas di Facebook (di internet?).

Kurang ajar itu penting untuk kreativitas. Ada aspek penyegaran di dalamnya, mendobrak. Walaupun kekurangajaran itu tidak selalu produktif. Tergantung bagaimana kita menggunakan dan menyikapinya

Jamaah Tarekat Al-Facebookiyah, para pengguna layanan Facebook: bersifat narcissist dan exhibitionist?

Paman Tyo

Perlu adanya segmentasi budaya di Indonesia. Sebuah karya seni atau budaya perlu dibuat dalam beberapa versi: ringkas dan kompleks. Menyesuaikan dengan tingkat pemahaman "pengguna".

E-book menjadi populer. Bahkan yang komersial (berbayar), bukan sekedar untuk "dunia bajakan".

Bagi penulis, buatlah tulisan dengan baik dan berkualitas. Tidak perlu mempermasalahkan bahasa yang digunakan (Bahasa Indonesia atau bahasa asing), gunakan bahasa yang paling kita kuasai dengan baik. Jika memang berkualitas, akan ada yang menterjemahkannya.

Budiyono Darsono — detik.com

Ponsel memiliki potensi untuk industri telekomunikasi (secara luas), juga industri media.

Digital life, orang akan lebih terbiasa dengan konten digital seperti e-book. Meninggalkan buku versi cetak/tradisional sebagai media konten.

Be exist is important, the main rules, for Generation Z.

Session 2 — Q&A:

Kelebihan internet dibanding media cetak adalah memungkinkan kita untuk menyunting artikel yang sudah dipublikasikan.

Dalam menyikapi industri kreatif, pemerintah lebih baik diam/pasif, namun jangan menghambat perkembangannya.

Peguyuban blogger ataupun pengguna internet itu penting untuk saling mengingatkan. Correction and control in society.

Ada yang ditakdirkan untuk tidak diakui, walaupun banyak beramal dan bahkan menghasilkan orang-orang hebat. Sehingga diperlukan sikap ikhlas jika Anda termasuk salah satunya.

Kreatif dan produktif itu berbeda, tetapi memang akan lebih baik jika keduanya bersinergis. Walaupun bukan suatu keharusan.

Dewan pers mendorong blogger itu sendiri untuk membuat kode etik blogger.

Butuh lebih banyak blog/situs web yang memuat puisi dan sastra di Indonesia.

Bonus Session: PechaKucha Jakarta by Nadine, Sharon, and Dian.

PechaKucha adalah marathon presentasi. Bertujuan untuk menginspirasi (Inspiring the people). Sudah dilakukan di kota-kota lain di seluruh dunia, termasuk Bandung. Dan kini akan diadakan di Jakarta: PechaKucha Jakarta.

12-14 speakers x 20 slides x 20 secs/slide. Duration: 6:40 for each speaker.

PechaKucha Jakarta 2009:
Es Teler 77. Jl. Adityawarman no 8.
Kebayoran Baru. Jakarta Selatan.
10 Maret 2009, 18.30 - 21.00 WIB.

PS: Photos are belong to Aulia Halimatussadiah.

Update: Liputan resmi ada di situs resmi FreSh: FreSh 7.0: Indonesia Bangsa Kreatif. Berkas (slide) presentasi juga tersedia di sana untuk diunduh.

Tagged in:

Hak untuk Menolak Pertemanan

Posted on 2009-02-27 08:34:38. 2640 views.


Jejaring sosial (social networking) adalah bagian dari konsep internet generasi kedua (web 2.0). Konsep pertemanan ini lebih dari sekedar buku kontak/teman (contact list/friend list). Konsep ini ditemui di hampir setiap situs, baik yang memang merupakan jejaring pertemanan seperti Friendster, FaceBook, LinkedIn; hingga situs lain yang memanfaatkan konsep sosial seperti Plurk, Twitter, DeviantArt, dan lain-lain.

Ada sebuah trend, yang saya perhatikan, tumbuh dan berkembang dari Friendster. Bahkan berevolusi menjadi sebuah budaya — bahkan bagi beberapa orang, dianggap sebagai keharusan. Adalah mencari teman sebanyak-banyaknya, dimana jumlah teman menjadi suatu parameter kesuksesan dalam menggunakan layanan tersebut.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, banyak sekali orang yang akhirnya "memohon" (nge-add) untuk menjadi teman, secara sembarangan. Ya, secara sembarangan: tanpa memperhatikan siapa, bahkan tanpa permisi sedikitpun — cenderung terkesan kurang ajar. Hal ini bisa sangat mengganggu dan menjadi dilema bagi beberapa pengguna layanan situs tersebut.

Mengganggu? jika terjadi hanya sekali atau dua kali, tentu tidak menjadi masalah. Namun jika "ajakan" tersebut datang setiap hari, tentunya akan menjengkelkan.

Dilema? Jika kita termasuk orang yang "tegas dan kejam", gampang untuk menekan tombol "Ignore", "Reject", atau bahkan "Block User". Namun terkadang, pengguna bisa saja ragu untuk menolak atau sekedar "menggantung permintaan" untuk menghindari anggapan angkuh atau sombong.

Tetapi, menolak ataupun menerima adalah sepenuhnya hak Anda!

Bagi saya sendiri, saya termasuk yang cukup selektif. Mungkin bagi beberapa orang adalah sepele: "kan tinggal terima aja, gak nganggu kan?". Tapi untuk beberapa situs seperti Plurk, terlalu banyak teman yang "liar" akan mengacaukan "timeline" yang bisa membuat kita pusing membacanya.

Namun, bagi beberapa orang yang memilih modus privasi untuk profil di situs-situs tersebut. Memilih-milih teman tentu artinya menjaga akses informasi pribadinya. Hanya orang-orang terpilih yang bisa mengaksesnya. Untuk itu lah perlu memilih teman bagi orang-orang tersebut.

Contoh lain adalah pada "blogroll" di sidebar. Banyak yang menawarkan saya untuk memasang link ke blog saya di blog yang bersangkutan. Tentu saja saya tidak menolak. Namun, dengan embel-embel meminta saya berbuat yang sama: memasang link blog beliau di blog saya. Terasa egois memang jika tidak "membalas budi". Namun, jika saya menuruti semua permintaan, maka daftar blogroll saya bisa sangat panjang — dan secara teknis bisa mengancam pagerank. Maka dari itu, kebijaksanaan saya untuk blogroll adalah memilih dengan pertimbangan pribadi secara subjektif. Namun jika Anda memang bersikeras untuk memasang link Anda di blog saya, bisa saja dengan jalan komersial — bahkan tidak sekedar link: banner pun bisa.

Bagaimana menurut Anda?

PS: icon of twitter, friendster, linkedin and facebook are from social.me by ~jwloh

Tagged in:

Site Search

Loading...

Ads

short url service Edward Forrer 30% Off Discount Wadezig! Internet Sehat

Nike+