Adham Somantrie

Adham Somantrie

Hai, Kak Ari...

Posted on 2007-09-03 09:48:25. 1736 views.

Ari berjalan menyusuri koridor ke arah selatan. Di kedua sisi sepanjang koridor itu terdapat pintu-pintu menuju ruangan para dosen. Pintu-pintu itu tertutup rapat, hanya beberapa saja yang terbuka sedikit, dan sayup-sayup terdengar pembicaraan orang-orang di dalam ruangan itu, tetapi tidak jelas. Ari mengambil earphone dari saku kemejanya, dan memasangkannya di telinganya. Ia pun menghubungkan earphone tersebut ke iPod Nano berwarna putih yang disimpannya di tempat yang sama. Diambilnya iPod itu dan jari jempol kanannya pun bergerak memutar clickwheel. Lagu "Ingin", dari grup band "Scope" dipilihnya untuk dimainkan. Hingga akhirnya ia tiba di ujung koridor, berbelok ke kiri dan menuruni anak tangga menuju lantai 1. Sesampainya di lantai 1, Ari langsung menuju pintu keluar selatan yang berada di sebelah tangga yang baru saja dituruninya.

Ari baru saja mengurus pendaftaran kuliah semester ganjilnya. Seperti yang diketahui bersama, birokrasi di Indonesia ini umumnya masih terlalu kompleks, terlalu banyak meja yang mesti dilalui. Ari memasukkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) dan KSM (Kartu Studi Mahasiswa)-nya yang baru saja divalidasi ke dalam tasnya sambil terus melangkah. "Selesai sudah semua urusan administrasi", ucapnya bahagia.

Ari mengambil iPod nano di saku kemejanya, dan melihat ke bagian atas layar iPod tersebut. Tampak deretan angka terlihat di layar itu, angka-angka tersebut adalah "10:42". Dan Ari berjalan menuju kantin melewati lorong-lorong yang juga ramai oleh mahasiswa lainnya. Banyak yang berjalan searah dengan Ari, hanya beberapa orang saja yang berlawanan arah dengan lelaki ini.

Di saat mahasiswa mengurus administrasi semester ganjil seperti hari ini, mahasiswa baru sudah melaksanakan kegiatan perkuliahannya. Dan tak sedikit juga mahasiswa dan mahasiwi baru yang turut meramaikan lorong itu, ada yang bergerombol, tetapi ada juga yang sendirian.

Ari melangkah dengan santai dan menatap ke depan dengan tegas, hanya satu tujuannya sekarang setelah lelah dengan urusan birokrasi: "makan dengan tenang di kantin, mungkin teman-teman yang lain sudah bersarang di sana terlebih dahulu".

Namun seperti biasa, di awal semester ganjil selalu saja ada wajah-wajah baru yang menonjol. Wajah para mahasiswi baru yang masih fresh, wajah-wajah ceria yang belum dirusakkan oleh tugas-tugas perkuliahan dan praktikum. Wajah yang selalu menjadi sasaran para mahasiswa yang masih haus akan cinta kasih.

Mata Ari pun terkadang meleset dan tertuju pada wajah-wajah ini. Sebuah naluri dasar lelaki. Seorang dua orang mahasiswi pun terkadang dapat menarik perhatiannya. Walaupun Ari adalah seorang lelaki dengan hati yang teguh. Ya, Ari masih tertarik dengan perempuan, bukan dengan lelaki, secara dua cara dia masih lelaki normal.

Dari keramaian gerombolan mahasiwa itu, sekitar 20 meter di depan Ari, tampak samar-samar seorang mahasiswi yang berjalan mengarah ke Ari. Perempuan itu menarik perhatian Ari, entah apa yang membuat Ari memperhatikannya walaupun masih jauh. Kulitnya putih, bersih (kaya iklan aja, hehehe). Semakin lama perempuan itu pun semakin dekat. Tampak paras seorang perempuan yang cantik dan manis yang membawa tas berwarna merah muda dari kejauhan. Perempuan itu mengenakan sepatu kets yang sewarna dengan tas yang dibawanya. Auranya pun semakin terasa, Ari semakin tertarik, semakin penasaran, dan semakin tergetarkan hatinya.

Semakin dekat, semakin jelas paras perempuan itu. Dan, wwhhooooopppsss! Ari terkejut setelah berjarak hanya empat meter, ya empat meter di depannya. Ari merasa pernah melihat perempuan itu. Ari seolah mengenal wajah cantik itu. Deja vu? rasanya tidak. Ya! Ari mengenali wajah manis itu. Perempuan itu adalah Aurel, kekasih hatinya, perempuan yang dikenalnya tiga bulan lalu, satu-satunya perempuan yang telah mengisi hatinya selama dua bulan terakhir. "Itu kan Aurel", Ari bergumam dan mencoba untuk menyimpan rasa terkejutnya. "Pantas saja!", gumamnya lagi dalam hati seraya menyimpulkan senyum di bibirnya. Ari lantas melepaskan earphone putih itu dari telinga kanannya.

"Hai, Kak Ari...", dan perempuan itu pun menyapanya dengan hangat dan akrab.

PS: inicerpengakmutungapaindibacakayaorangkurangkerjaanaja, hehehehe...

Tagged in:

The Beat Goes On: iPod Touch!

Posted on 2007-09-06 02:22:17. 6779 views.

Tadi malam (06/09), sekitar jam 00.00 WIB, Apple Inc. memperkenalkan jajaran terbaru pemutar musik portabelnya, iPod! Dalam acara yang bertajuk "The Beat Goes On" dan bertempat di Moscone West, San Francisco, Apple kembali membuat fenomena dengan varian iPod terbaru, iPod Touch, with wi-fi capability, horrraay.

iPod Shuffle.
Tidak ada yang baru dalam varian ini, hanya sekedar update warna casingnya, juga adanya versi Product [RED]. Dan tetap ditawarkan pada USD 79.

iPod Shuffle

iPod Nano.
Generasi ketiga. Tidak seperti dua generasi sebelumnya yang masih mirip-mirip. Kini iPod Nano dilengkapi dengan layar yang lebih lebar, 2 inci, seperti iPod Video. Juga memiliki kemampuan untuk memainkan video. Layarnya lebih cerah dan memiliki resolusi 320 x 240 pixel. Software iPod juga diperbaharui, kini dengan tampilan antar muka yang baru dan tentunya, CoverFlow! (walaupun masih menggunakan clickwheel).

iPod Nano ditawarkan dalam kapasitas 4GB dan 8GB. iPod Nano 4GB hanya tersedia warna silver dan ditawarkan USD 149, sementara yang berkapasitas 8GB disediakan dalam beragam warna (silver, hitam, hijau, merah, biru) dan ditawarkan USD 199.

iPod Nano 3rd Gen

iPod Classic.
Classic? Apakah Anda mengenal iPod Video? Ya, iPod "Video" adalah nama tidak resmi dari iPod (saja, tanpa embel-embel) generasi terakhir. Kini, varian iPod (saja) resmi menyandang nama iPod Classic.

Dengan kapasitas 80GB dan 160GB, kini iPod Classic dibungkus oleh casing full-metal seperti pada iPod Nano terbaru. Tentunya tidak akan tersedia lagi pilihan warna putih, karena hanya tersedia dalam dua pilihan warna, silver dan hitam. Interface iPod juga sudah menggunakan versi terbaru seperti halnya iPod Nano baru.

Varian 80GB ditawarkan USD 249, sementara varian 160GB ditawarkan USD 349.

iPod Classic

dan... iPod Touch.
iPhone tanpa kemampuan telepon? kurang lebih seperti itu. Wi-fi 802.11b/g, Safari? silakan browse di hotspot manapun, kapanpun! Layarnya berukuran 3,5 inci dengan resolusi 480 x 320 pixel. Multi Touch? Tentunya. iPod Touch, iPhone tanpa kemampuan ponsel!

Varian 8GB ditawarkan USD 299, sementara varian 16GB ditawarkan pada USD 399.

iPod Touch

lalu bagaimana dengan iPhone?
Wah, tampaknya cukup dahsyat. Apple membuang iPhone 4GB, hanya menyisakan iPhone 8GB. Kalau kemarin iPhone masing-masing ditawarkan USD 499 dan USD 599, kini ditawarkan cuma USD 399 saja.

Oh iya, jangan lupakan iTunes! semua iPod baru ini tidak akan bekerja dengan baik tanpa iTunes 7.4, apalagi mengingat sekarang Apple tidak memberikan salinan iTunes dalam pembelian.

Situs resmi Apple iPod

Tagged in:

Waktu Terus Berjalan

Posted on 2007-09-06 09:54:41. 1896 views.

Detik-detik, berganti dengan detik.
Menit pun silih berganti.
Hari-hari pun terus berganti.
Bulan-bulan juga terus berganti.
Malam-malam berganti dengan pagi, pagi pun jadi siang.
Tahun-tahun pun berganti abad.
Yang muda pun pasti menjadi tua.

Disadur dari:
Pangeran Cinta. Dewa, Laskar Cinta. 2004.

Hari Raya Idul Adha, 20 Dzulhidjah 1404/6 September 1984, persis 23 tahun yang lalu...

Tagged in:

M600iPhone

Posted on 2007-09-08 12:12:51. 2050 views.

Sayang sampe detik ini, saya belum sukses menghubungkan M600i milik saudara saya dengan iSync di PowerBook Nano saya. Padahal kalau sukses, W850i akan segera digusur oleh M600iPhone. Atau mungkin W950iPhone? Dengan interface iPhone dan iSync, saya tidak akan lagi mempermasalahkan warna casingnya yang hitam!

Sementara M600i itu belum bisa menggunakan interface layaknya M600i yang ada di video di atas, namun baru menggunakan iPhone-like look-and-feel theme saja.

* Update 9 September 2007:
Tapi jadi ilfil juga ah. Ternyata M600i ama W950i ga bisa dijadiin remote control melalui bluetooth untuk presentasi Keynote di PowerBook.

Tagged in:

IPv6/IPv4 Translator dengan FAITH

Posted on 2007-09-10 17:17:24. 3856 views.

Salah satu metode mekanisme transisi IPv4/IPv6 adalah dengan metode TCP Relay. aplikasi yang dapat digunakan misalnya FAITH. Berikut cara mengkonfigurasi FAITH pada FreeBSD 6.0.

Pertama, konfigurasikan interface untuk IPv4, misalnya interface rl0. Berikut contoh potongan konfigurasi di file /etc/rc.conf

hostname="anastasya"
ifconfig_rl0="10.14.200.66 netmask 255.255.255.0"

Lalu konfigurasikan juga interface untuk ke jaringan ipv6-nya, misalnya interface fxp0.
Berikut potongan /etc/rc.conf

ipv6_enable="YES"
ipv6_network_interface="fxp0"
ifconfig_fxp0="inet6 2001::200:1/64"

Setelah itu, konfigurasikan mesin anda sebagai gateway. Berikut potongan /etc/rc.conf

gateway_enable="YES"
ipv6_gateway_enable="YES"

Untuk mempermudah pengalamatan, aktifkan dukungan ipv4-address-mapped-ipv6. Dengan menambahkan baris berikut di file /etc/rc.conf

ipv6_ipv4mapping="YES"

Aktifkan dan konfigurasikan faith serta prefixnya. Berikut potongan /etc/rc.conf

ipv6_default_router="::1"
ipv6_faith_prefix="3ffe:501:ffff:ffff::"

Restart mesin anda untuk mengaktifkan konfigurasi tersebut, atau jalankan "netstart" jika mesin anda masih "fresh".

Untuk mengaktifkan tcp relay (misalnya untuk http), jalankan perintah berikut:

root@anastasya ~ # faithd http

Client Side

Sementara untuk host/client yang ada di jaringan IPv6, cukup mengkonfigurasi alamat IPv6-nya. Misalnya client menggunakan sistem operasi Linux/Fedora Core 6, menggunakan interface eth0.

root@asmiranda ~ # ifconfig eth0 add 2001::200:88/64

Lalu konfigurasikan agar melewati gateway faith kita tadi, misalnya menggunakan perintah iproute:

root@asmiranda ~ # ip -6 route add default via 2001::200:1

Atau jika client menggunakan Mac OS X, dapat langsung mengkonfigurasi dengan GUI melalui System Preferences - Networks.

Jika sudah selesai konfigurasi, kurang lebih hasilnya seperti ini jika mengakses webserver di IPv4 menggunakan browser. Webserver yang akan diakses berada di jaringan IPv4, dengan alamat 10.14.200.166, sehingga alamatnya di jaringan IPv6 dengan prefix faith adalah: 3ffe:501:ffff:ffff::10.14.200.166 . Dan jangan lupa braket saat diketikkan di browser untuk menandai bahwa itu adalah alamat IPv6, seperti ini: http://[3ffe:501:ffff:ffff::10.14.200.166]/ .

PS:
Ini foto translator gateway saya, hehehehe narsis. AMD Duron 750MHz, 2x 64MB SDRAM, 2x Ethernet (sis0 dan rl0), 6GB HDD, dan FreeBSD 6.0. Terhubung dengan jaringan lokal kampus STT Telkom melalui subnet 200, gedung E.

Tagged in:

Everybody Loves Ramadhan

Posted on 2007-09-12 21:37:13. 1784 views.

Eureka, Gravity!

Ramadhan datang Alam pun riang
menyambut bulan yang berkah
umat berdendang kumandang adzan
bertanda hati yang senang
...

(Ramadhan Datang, Tompi: Soulful Ramadhan. 2006)

Marhaban Yaa Ramadhan. Adham Somantrie mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita diberi kekuatan untuk menjalaninya.

PS:
Mungkin hal ini menyangkut masalah SARA yang sensitif, jadi penulis memohon maaf kepada para pembaca yang non-muslim. Harap maklum.

Photograph by PhotoST, STT Telkom Photography Community. Camera: Nikon D70s. Location: STT Telkom.

(Edit 13 September 2008) Dan saya lengkapkan tulisan ini dengan jadwal imsakiyah untuk Ramadhan 1428H.

Tagged in:

Fatboy: iPod Nano Video (3rd Gen)

Posted on 2007-09-14 21:00:54. 5576 views.

Tadi siang, kurir FedEx sampai di depan rumah mengantarkan kiriman dari tokonya Koh Iwan, toko online langganan saya, dengan harga spesial langganan tentunya. Adik saya membeli iPod Nano generasi ketiga, berukuran 4GB dengan warna silver.

Kemasannya masih mirip dengan generasi sebelumnya, menggunakan kotak plastik transparan berukuran kecil. Dan isi dari kemasannya adalah seperti gambar di bawah ini: unit perangkat, buku petunjuk (dan di dalamnya ada dua stiker Apple), kabel USB untuk transfer dan pengisian baterai, earphone, dan adaptor untuk iPod Dock. Tampak ada yang kurang? ya, tidak seperti generasi pertama milik saya dulu, kini tidak dilengkapi dengan CD berisi driver dan aplikasi iTunes, pengguna harus mendownloadnya sendiri. Dan anehnya, saya juga tidak menemukan busa pembungkus earphone.

iPod Nano ini menggunakan casing berbahan alumunium seperti generasi kedua pada sisi muka, tetapi di sisi belakangnya menggunakan bahan stainless steel seperti generasi pertama. Ya, riskan akan goresan dan sidik jari. Yuck.

Sementara dimensinya sangat mungil, namun dengan layar yang lebih besar daripada generasi sebelumnya dan kemampuan video tentunya. Sayangnya, ukuran clickwheel-nya menjadi lebih kecil.

OK. Mari kita coba jajal. Pertama, pastikan komputer sudah tersedia aplikasi iTunes, minimal versi 7.4. Lalu sambungkan iPod dengan menggunakan kabel USB yang disediakan.

Ooooppss. Tampaknya ada yang tidak beres dengan iPod ini. Saya rasa ini seharusnya tidak terjadi. Mungkin para petugas QC (quality control) Apple lupa menutup aplikasi iPod Diagnostic ini. Tinggal pilih menu untuk mematikan iPod, lalu hidupkan lagi, dan iPod pun boot up dengan normal lalu menampilkan layar pembuka (welcome screen).

OK. Semua berjalan lancar seperti biasanya. Tidak banyak perubahan dibandingkan iPod generasi pertama, selain adanya fasilitas untuk video. Sync musik, video, foto, kalender, dan buku alamat dapat dilakukan melalui iTunes, seperti biasanya. Hanya kini GUI pada iPod telah diperbaharui. Memiliki tampilan CoverFlow seperti pada iPhone, fasilitas pencarian seperti iPod generasi 5.5, dan banyak peningkatan estetika tampilan lainnya. CoreAnimation? another Leopard effect? maybe.

Dan, sayangnya iPod AV Cable yang dapat dipergunakan pada iPod Photo ataupun iPod Video tidak dapat dipergunakan pada iPod Nano "Video" ini. Saya mencoba kabel ini dengan menghubungkan melalui earphone jack pada iPod ke RCA/composite connector pada pesawat televisi. Tidak ada gambar, tidak ada suara. Yah, jadinya ini barang sisa jualan tidak bisa terpakai, mungkin ada yang berminat, bisa hubungi saya. Barang masih bagus loh, baru sekali pake, itu pun ga jadi. hehehehe...

And... finally, i've got Funtwo - Canon in D Rock playing on the iPod Nano!

Tips:
Sebelum membeli iPod Nano ini, ada baiknya Anda terlebih dahulu mempersiapkan iTunes minimal versi 7.4 dan juga mempersiapkan screen protector mengingat bahan logam bagian belakang yang rentan. Anti gores buat layar ponsel M600i atau W950i juga ukurannya pas kok untuk bagian belakang iPod Nano Video. Tambahan lagi, lebih baik juga mempersiapkan busa pembungkus earphone untuk meningkatkan kualitas suara.

Tagged in:

BBB: Buka Bareng BBV

Posted on 2007-09-17 05:45:58. 3570 views.

Minggu (16/09) kemarin akhirnya beberapa anggota BBV, Bandung Blog Village, melakukan pertemuan lagi setelah sekian lama vakum di dunia nyata. Sekalian melakukan buka puasa bareng di samping bersilaturahmi offline.

Direncanakan untuk melakukan event di PPJ, ya Paris Pan Japa (baca: Parijs Van Java, red.), BBP di PPJ, hehehe. Setelah Ikez selaku kepala geng melakukan pengamatan lokasi, akhirnya terpilihlah cafe Casa Manja untuk dijajah oleh segerombolan manusia tidak beradab. Selain karena posisinya yang cukup menarik, faktor penting lainnya yang turut mempengaruhi penilaian adalah kuatnya sinyal hotspot (ini mau buka bareng atau mau numpang chatting sih?).

Karena posisi kurang menantang menarik, dan kurangnya tangkapan sinyal wi-fi serta pasokan catu daya, akhirnya diputuskan untuk migrasi ke lantai dua. Masih di cafe yang sama, tentunya!

BBBBPPPJ

Namun ternyata PPJ masih kurang bersahabat, selain ATM-nya terbatas (tidak ada ATM BCA, Mandiri, BNI), kondisi mushollanya juga tidak memadai untuk ukuran tempat sebesar itu. Secara-dua-cara™ bulan puasa, tentunya semua makanan dan minuman saat berbuka adalah nikmat tiada tara, jadi jangan harap ada review mengenai kuliner di sini, karena hampir dapat dipastikan subjektifitasnya.

BBBBPPPJ

Ikez selaku kepala geng yang sadis nan kejam ketua BBV yang bijaksana ternyata sudah mempersiapkan sedikit hadiah kecil buat para peserta BBB: pin eksklusif (eksklusip teh naon?) BBV edisi 4 tahun berdirinya BBV 2003-2007 selaku komunitas blogger regional pertama di Indonesia, berukuran 50mm.

Pin BBP

Dan tentunya sebagai komunitas blogger yang cukup eksis dengan kredibilitas tinggi, tidak percuma Sita bergabung di komunitas ini. Sita membawa BBP on-air dengan wawancara eksklusip (eksklusip deui) BBP di FeMale Radio! Secara-dua-cara™ dia orang radio gituh.

BBP di Pimel Ep Em

Sekitar pukul 20.00 WIB akhirnya disepakati untuk meninggalkan daerah jajahan cafe. Tapi bukan be-be-ep namanya jika tidak membuat kerusakan di mana-mana. Gerombolan penjahat Sekumpulan anak muda BBP (dan beberapa yang sudah tua. Ya benar, faktor usia, hehehe) mencari lokasi lain, yakni Salon Memori di Simpang Dago yang menyimpan sejuta memori BBV.

Sambil ditemani hujan rintik-rintik yang menambah kerinduan malam syahdu, akhirnya BBV sudah terkumpul. Setelah memarkir kendaraan, BBV pun berjalan menuju lokasi baru: Kost Puty!

Puty, adalah seorang blogger muda berbakat (hayah, muda berbakat) yang baru saja bermigrasi ke kota kembang tercinta, Bandung, untuk menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi. BBV pun menyambut dengan meriah anggota baru satu ini. Setelah selama ini anggota BBV banyak berkurang karena arus urbanisasi dan menjadi ekspatriat di kota-kota lain, akhirnya ada juga yang nyasar dari Jakarta ke Bandung

BBP di kost Puty

Dan ternyata, Puty shock dengan kedatangan mahkluk-makhluk ajaib ini. Ya namanya juga lingkungan baru, suasana baru, masih culture-shock dia. Hehehe. Tenang Puty, nanti kamu juga akan terbiasa dan tertular dengan kelakuan si kucing garong ajaib BBV.

OK, karena kami adalah manusia yang beradab, tentunya kami merasa kasihan dengan daerah jajahan kami Puty yang masih shock itu, jadi kami memutuskan untuk tidak terlalu lama menjajahnya di sana. Dan akhirnya diteruskan ke lokasi selanjutnya: Gampoeng Aceh, Dago. Tapi sayang seribu sayang, saya tidak bisa meneruskan acara. Selain faktor cuaca, keesokan harinya saya harus bagun pagi demi bimbingan TA 2.0 dengan pembimbing tercinta.

Terima kasih buat kamu, kamu (iyah, bener, kamuh) dan kamu, para peserta BBBBPPPJ. Komiknya kewl. Serta yang namanya tidak dapat disebutkan satu per satu karena keterbatasan waktu

PS:
Sebagai oleh-oleh, ini saya sertakan foto Miyabi Miss Indonesia, ga tau namanya siapa, pokoknya nemu aja di PPJ. Hehehe...

Miss Indonesia

Tagged in:

Mengolah Foto Digital #1

Posted on 2007-09-21 06:43:36. 6919 views.

Saat buka puasa bersama kemarin, beberapa teman menanyakan proses pengolahan foto digital yang saya lakukan terhadap foto saya yang ini dan yang ini.

Sebenarnya olahannya cukup sederhana, tidak terlalu banyak, tapi tidak ada salahnya untuk saya tulis di sini. Mungkin bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Tadinya saya mencoba mengolah foto karena terinspirasi dari hasil fotografi yang menggunakan filter infra merah, namun setelah saya coba hasilnya beda. Tapi ternyata menjadi olahan yang cukup menarik. Rekan-rekan dari PhotoST suka menyebut dengan efek prewedding, hehehe.

Saya menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop CS (for Mac) untuk olahan ini. Saya rasa tidak banyak berbeda untuk Adobe Photoshop CS2, CS3, ataupun CS3 Extended.

Pertama, buka foto yang akan diolah. Lalu lakukan crop jika dibutuhkan untuk memperbaiki komposisi.

Tahap berikutnya adalah proses softening, yakni untuk memberikan efek dreamy dengan sedikit menambahkan efek blur.

Duplikat layer utama: di tool window "Layers", klik kanan layer-nya lalu pilih "Duplicate layer...", atau bisa juga dengan menarik layer tersebut ke tombol "create a new layer" yang ada di bagian bawah (untuk yang tidak bisa klik kanan, hehehe).

Pilih layer duplikat tersebut, lalu beri efek blur: dari menu bar, Filter - Blur - Gaussian Blur. Atur tingkat blur-nya, dalam contoh ini, foto yang saya gunakan berdimensi 1024 x 768 pixel dan saya menggunakan parameter 4 pixel untuk filter "Gaussian Blur" ini.

Atur nilai opacity untuk layer duplikat tersebut menjadi sekitar 30% hingga 60%, tergatung selera. Untuk hasil yang optimal, usahakan foto dilihat dalam skala 100%.

Tahap berikutnya adalah permainan warna.

Tambahkan sebuah adjustment layer, yakni channel mixer.

Untuk parameternya, gunakan output channel: Red, dengan nilai source channel sebagai berikut: Red +150%, Green -25%, Blue -25%. Di sini diatur agar nilai red channel ditambah, dan diimbangi dengan pengurangan blue channel dan green channel. Angka ini tidak absolut, dapat Anda ubah sesuai selera dan keinginan. Sedikit tips: usahakan total nilainya sama dengan +100%.

Lalu tambahkan sebuah adjustment layer lagi di atasnya, yakni hue/saturation.

Ubah parameter saturation untuk tiap warna: Green, Blue, Cyan, Magenta, dan Yellow; menjadi -75 hingga -100 untuk "mematikan" warna. Semakin kecil angkanya, maka akan semakin "mati" warnanya. Sementara untuk warna Red tidak usah diubah, karena warna kulit manusia biasanya masuk ke dalam warna ini. Tapi kurangi saturasi untuk Red jika warna merah pada gambar terlalu mencolok. Tentu saja parameter-parameter ini tidak absolut juga, tergantung selera dan keinginan.

Anda dapat juga mengatur nilai hue untuk menggeser warna. Misalnya untuk mengubah warna rumput dari hijau menjadi ungu, geser hue untuk pilihan warna green. Tapi pastikan dulu bahwa di gambar tersebut hanya rumput saja yang berwarna hijau.

Kurang lebih hasilnya akan seperti ini.

Sepanjang Jalan Kemana

PS:
Foto yang digunakan dalam tutorial ini diambil oleh Daru Prasusetyo menggunakan kamera Nikon D70 plus lensa Nikkor 18-70mm.

Dan mungkin saya akan terus membuat tutorial berseri mengenai olahan foto digital ini.

Tagged in:

Buka Puasa Bareng: Students STT Telkom

Posted on 2007-09-25 15:11:23. 2730 views.

Tentunya di bulan Ramadhan ini akan ada banyak sekali acara buka puasa bersama rekan-rekan baik rekan kerja, kuliah, komunitas, dan perkumpulan-perkumpulan lainnya. Saya selaku mahasiswa yang frustasi dengan tugas akhir sudah tidak kuliah lagi, tentunya memiliki banyak (sekali) waktu untuk mengikuti acara-acara ini. Apalagi acara hura-hura jalan-jalan dan makan-makan. Seperti menjadi korban fenomena Jeng-Jeng-nya Zamroni Matriphe Wisata Kuliner-nya Pak Bondan Winarno. Dan minggu kemarin (23/09) saatnya buka puasa bersama rekan-rekan dari komunitas students STT Telkom.

Acara dimulai dari tempat yang biasa digunakan untuk berkumpul oleh mahasiswa di kampus: STT Telkom Square. Dan setelah mendapatkan dua unit angkot angkab, gerombolan rombongan pun berangkat disertai beberapa ekor bebek sepeda motor. Tujuan pertama adalah Jonas Photo yang berada di Jl. Banda. Ya, agenda tahunan adalah foto bareng.

Setelah acara foto bareng yang dilengkapi proses antrian yang panjang. Akhirnya kami meneruskan acara dengan menuju ke tempat makan. Setelah disepakati sebelumnya, tempat makan yang terpilih untuk dijajah adalah Ayam Goreng Merdeka. Dan dengan keputusan sepihak, diambil kebijakan untuk berjalan kaki menuju ke lokasi, sambil mengisi waktu sekitar 30 menit menjelang waktu magrib. Tentunya beberapa orang diutus untuk menggunakan sepeda motor agar dapat melakukan "reservasi" tempat terlebih dahulu.

Setelah sampai di lokasi, kami menyeberang terlebih dahulu ke Mesjid Al-Ukhuwah (need confirmation about the name) yang ada di seberang kantor DPRD. Tentunya didahulukan dengan meneguk sebotol teh dingin sebelum ke sana, untuk menambah kesegaran.

Tempat makan ini cukup ramai, apalagi pada saat bulan puasa seperti ini. Menunya antara lain ayam goreng/bakar, ikan, cumi, tahu tempe, ati ampela, usus, dan masih banyak lagi yang bisa menemani nasi putih ataupun nasi uduk. Tentunya dengan beberapa jenis sambal yang menantang serta dilengkapi juga dengan lalapan segar.

Ya... ya.. Anda benar sekali, tanpa skrinsut adalah hoax™!

Dan saya yakin dengan seyakin-yakinnya bahwasanya sarjana arkeologi jurusan jalan-jalan Zamroni akan memberikan komentar berisi FAQ khas-nya: yakni nominal total kerusakan yang diderita. Hahahaha... yang pasti, setelah saya "mengkonsumsi" nasi putih dengan sepotong paha ayam bakar ditambah dengan usus yang digoreng (dengan tambahan bonus lalapan dan sambal tentunya), dan meminum segelas es jeruk, saya mendapatkan tagihan sebesar Rp. 13.000,00 sebelum saya pulang.

Untuk pulangnya, kami menggunakan jasa dari angkot (ya, angkutan kota yang sebenarnya, trayek Kalapa-Dago) sebanyak 2 unit. Setelah sampai kembali ke titik awal, di STT Telkom Square, tentunya acara tidak akan langsung dibubarkan begitu saja tanpa seremonial penutupan.

Seraya menunggu foto studio dari Jonas yang pastinya belum selesai, selaku fotografer amatiran gadungan, saya mengajak semua peserta yang tersisa untuk membuat foto studio gadungan. Dan yang menjadi studionya adalah halaman gedung B dimana terletak "prasasti" STT Telkom.

Dan sebagai mahasiswa-mahasiswi teladan kreatif dan inovatif, tak lupa kami untuk berfoto lagi di depan gedung rektorat tencinta. Satu... dua... and say cheese!

Tagged in:

Mudik 2007...

Posted on 2007-09-29 18:23:43. 2181 views.

Tagged in:

Site Search

Loading...

Ads

short url service Edward Forrer 30% Off Discount Wadezig! Internet Sehat

Nike+